Cadangan Devisa November 2018 Naik, Sri Mulyani Tetap Waspada

Rully Ramli ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 12:26 WIB
Cadangan Devisa November 2018 Naik, Sri Mulyani Tetap Waspada

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa pada akhir November 2018 menjadi 117,2 miliar dolar AS. Angka tersebut naik dibandingkan Oktober 2018 yang mencapai 115,2 miliar dolar AS.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan tetap memantau kondisi cadangan devisa hingga akhir tahun. Pasalnya, banyak kebijakan penting yang dikeluarkan di tingkat global pada akhir tahun oleh pemerintah, bank sentral, dan korporasi.

"Kita akan terus melihat dinamika ini, pada akhir tahun ini kan sebetulnya banyak juga, kalau dari global banyak sekali keputusan-keputusan akan dibuat pada tingkat korporasi, maupun pada tingkat policy, jadi kita mengantisipasi pada Itu," kata Sri Mulyani, dikutip Sabtu (8/12/2018).

BACA JUGA:

Cadangan Devisa RI November Naik Jadi 117,2 Miliar Dolar AS

Pada Desember 2018, bank sentral AS, The Federal Reserve akan menentukan suku bunga. Sempat diproyeksikan naik, saat ini ada ketidakpastian soal Fed FundRate. Selain itu, korporasi juga akan menutup buku sehingga ada utang jatuh tempo yang harus dibayar.

Pemerintah dikabarkan juga akan menerbitkan surat utang global berdenominasi dolar AS (global bond) sebesar 3 miliar dolar AS. Menkeu enggan menebak apakah langkah ini bisa mengerek cadangan devisa pada akhir tahun.

"Saya enggak mau berspekulasi, kita lihat saja. Faktor fundamentalnya kita perkuat, baik dari sisi ekspor, impor, maupun capital inflow," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia mengatakan, pemerintah akan terus mewaspadai terhadap dinamika perekonomian global saat ini.

"Kita manfaatkan sentimen positif, tapi kita juga pada saat yang sama harus antisipatif terhadap langkah-langkah yang akan datang," ujar perempuan kelahiran Lampung itu.


Editor : Rahmat Fiansyah