Cegah Mafia, Bulog Jual Beras dengan Sistem Barcode

Ade Miranti Karunia Sari · Senin, 14 Mei 2018 - 15:46 WIB
Cegah Mafia, Bulog Jual Beras dengan Sistem Barcode

ilustrasi. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) terus mematangkan model penjualan beras untuk menutup ruang gerak para mafia beras.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso mengatakan, perusahaan tengah mengkaji penjualan dengan sistem kode batang atau yang dikenal dengan istilah barcode. Pria yang kerap disapa Buwas ini menyebut, sistem ini mencegah pembelian dalam jumlah besar.

“Karena sistemnya sudah pakai barcode, jadi kalau mau ambil banyak, ketahuan,” ujar Buwas saat jumpa pers di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Untuk meningkatkan pengamanan, lanjutnya, Bulog juga akan melibatkan TNI/Polri. Nantinya, stok beras dari gudang Bulog akan disalurkan lewat kantor polisi dan kantor TNI sebelum dijual kepada toko atau warung secara eceran.

"Saya sudah bicara sama mereka (TNI/Polri) dan sebentar lagi akan MoU (nota kesepahaman). Untuk apa? karena ketersediaan barang aman di situ, tidak ada yang mempermainkan dan memborong besar-besaran,” ucapnya.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu membantah keterlibatan TNI/Polri sebagai bentuk bisnis baru aparat keamanan. Menurut Buwas, posisi TNI/Polri hanya mengamankan beras demi kepentingan masyarakat.

"Saya tidak mengajak TNI/Polri untuk berbisnis, karena yang bekerja tetap kita (Bulog). Kita hanya menumpang koperasi di Polsek, Polres, Koranmil dan Kodim akan menjalankan itu, sekaligus memanfaatkan tugas di TNI/Polri yang lebih dekat kepada masyarakat, memperkecil peluang mafia pangan," tuturnya.

Buwas mengatakan, Bulog berencana membangun jaringan kios atau pasar baru yang berada di wilayah pedagang pasar beras nantinya. Selain itu, Bulog juga akan menjual beras dalam bentuk kemasan (beras renceng).

Beras yang dijual yaitu beras jenis medium dan premium dengan harga terjangkau. Harganya dijual mulai Rp2.000 per 200 gram.

"Kita akan buat pasar dan kios baru di pasar-pasar beras, harus Bulog ada di situ, tidak akan menyuplai curah, karena itu akan disedot sama kepentingan yang dagang-dagang nakal. Maka saya akan jual kemasan," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah