Copot 4 Pejabat Ditjen Hortikultura, Ini Komentar Mentan

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 14:13 WIB
Copot 4 Pejabat Ditjen Hortikultura, Ini Komentar Mentan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mencopot pejabat Eselon II, III, dan IV Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan). Hal ini merespons penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor Ditjen Hortikultura terkait dugaan suap rekomendasi impor bawang putih.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, jika berdasarkan pemeriksaan KPK keempat pejabat ini tidak bersalah, maka pihaknya bersedia untuk memulihkan kembali nama mereka.

"Ini kan belum pasti salah kan. Kalau nanti tidak bersalah kita pulihkan namanya," ujarnya di Gedung Ditjen Hortikultura, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, keempat pegawai tersebut merupakan pribadi yang baik. Oleh karenanya, dia yakin pemeriksaan KPK akan membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.

"Keyakinan saya mereka orang baik-baik, tapi apa boleh buat. Yang saya katakan (keempat pejabat), kamu adalah pengawasan, mana tahu ada terjadi kesalahan di bawah," ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya mendukung langkah pemeriksaan KPK sepenuhnya. Hal ini sebagai keseriusan Kementan agar dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat.

"Kami menunggu saja, intinya kami dukung sepenuhnya, kami apresiasi, dan kami salut kepada KPK," kata dia.

Pasalnya, internal Kementan sendiri memiliki tim Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas mengawal kinerja pegawai Kementan. Namun, Satgas tersebut tidak menemukan kesalahan keempatnya selama ini.

"Sejak awal kami undang dan ada tiga orang satgas pangan dari KPK di Kementan. Itu keseriusan kami, tutur dia.

Pegawai di Ditjen Hortikultura sebenarnya sudah berani melaporkan gratifikasi ke KPK. Selain itu, mereka juga sudah memasukkan 72 importir bawang yang nakal ke dalam daftar hitam (blacklist).

Langkah tegas Mentan ini untuk menjaga marwah Kementan yang sudah dua kali memperoleh penghargaan anti-gratifikasi pada 2017 dan 2018. Selain itu, Mentan juga tidak ingin terjadi fitnah dan merusak nama baik lembaga yang dipimpinnya.


Editor : Ranto Rajagukguk