CSA Diusut KPK soal Impor Bawang Putih, Mentan: Sudah Kami Blacklist Sebelum OTT

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:15 WIB
CSA Diusut KPK soal Impor Bawang Putih, Mentan: Sudah Kami Blacklist Sebelum OTT

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. F

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) telah mencabut Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) PT Cahaya Sakti Agro (CSA) jauh sebelum kasus suap impor bawang putih diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua hari lalu, KPK menggeledah kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementan terkait kasus suap rekomendasi impor bawang putih.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pencabutan RIPH tersebut dilakukan sejak awal 2019. Pencabutan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PT CSA merupakan salah satu importir bawang putih yang di-blacklist oleh pihaknya. Selama tiga tahun ini, Kementan telah mem-blacklist 72 importir.

"Yang di OTT (Operasi Tangkap Tangan) itu sudah kami blacklist sebelum OTT. Memang tidak boleh tembus. (PT CSA) nomor 47 dari 72 (importir yang di-blacklist)," ujarnya di Gedung Ditjen Hortikultura, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto menambahkan, PT CSA di-blacklist dari daftar RIPH karena tidak memenuhi wajib tanam tahun 2018 seluas 166,8 hektare (ha). Oleh karenanya, PT CSA dicabut RIPH bawang putihnya tahun ini.

Berdasarkan aturan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2017 tentang RIPH, importir diwajibkan menanam bawang putih sebesar 5 persen dari kuota impor yang didapat. 

"Kasusnya tidak memenuhi wajib tanam 46,8 ha dari 166,8 ha. CSA sudah tanam 120 ha. Karena belum selesai makanya tidak bisa dia mengajukan RIPH," ucapnya.

Sebelum diusut KPK, PT CSA dikabarkan tengah mengurus izin impornya lagi. Namun, karena telah masuk ke daftar hitam (blacklist) Kementan, maka PT CSA tidak akan mendapat RIPH lagi.

"Kita belum terbitkan CSA. Jadi untuk 2019 tidak didapatkan RIPH. Informasinya, mereka berusaha mendapatkan izin lagi. Tapi kan kalau sudah blacklist, kalau sudah merah, tidak bisa," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk