Cuti Panjang dan Pelemahan Ekonomi Global Buat Ekspor Juni 2019 Anjlok

Rully Ramli · Senin, 15 Juli 2019 - 14:01 WIB
Cuti Panjang dan Pelemahan Ekonomi Global Buat Ekspor Juni 2019 Anjlok

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia Juni 2019 sebesar 11,78 miliar dolar Amerika Serikat (AS). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia Juni 2019 sebesar 11,78 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Dengan angka tersebut, nilai ekspor mengalami penurunan 20,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) dan juga turun 8,98 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kinerja ekspor diikuti penurunan secara bulanan dari sektor migas 34,36 persen, yaitu 750 juta dolar AS dan juga di sektor nonmigas yang turun 19,39 persen menjadi 11,03 miliar dolar AS.

Menurut dia, anjloknya ekspor pada Juni 2019 diakibatkan oleh dua hal utama. Pertama, adanya libur panjang Idul Fitri disebut mengakibatkan adanya penurunan intensitas ekspor.

"Yang mempengaruhi ekspor, kita mempunyai cuti bersama selama sembilan hari. Jadi, cuti panjang selama sembilan hari berpengaruh pada ekspor, terlihat dari jumlah data ekspor yang turun jauh," kata pria yang kerap disapa Kecuk itu di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Selain itu, penurunan ekspor juga terjadi diakibatkan oleh adanya proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Proyeksi ini dinilai menyebabkan adanya penurunan permintaan komoditas dari negara-negara mitra Indonesia.

"Seperti saya sampaikan ekonomi global alami perlambatan harga komoditas fluktuatif dan cenderung menurun," kata dia.

Pria yang akrab disapa Kecuk itu menjelaskan, penurunan permintaan komoditas ini tercermin dengan menurunnya ekspor kumulatif sejak awal tahun ke beberapa negara tujuan utama Indonesia.

BPS mencatat, nilai ekspor Januari-Juni 2019 ke negara mitra dagang utama, China, sebesar 11,40 miliar dolar AS. Padahal, pada periode yang sama di tahun lalu, nilai ekspor sebesar 12,31 miliar dolar AS.

"Ke Amerika Serikat juga mengalami penurunan meski tipis, dari Januari-Juni 2018 sebesar 8,55 miliar dolar AS menjadi 8,33 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun ini," ucapnya.


Editor : Ranto Rajagukguk