Dapat Banyak Cuti, Ini Negara Paling Ramah bagi Orang Tua

Rahmat Fiansyah ยท Sabtu, 20 Januari 2018 - 20:26:00 WIB
Dapat Banyak Cuti, Ini Negara Paling Ramah bagi Orang Tua
Ilustrasi (Foto: World Economic Forum)

JAKARTA, iNews.id – Baru-baru ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperbolehkan pegawai negeri sipil (PNS) laki-laki untuk mengajukan cuti untuk mendampingi istrinya yang melahirkan. Meski perusahaan swasta sudah menerapkan hal serupa, kebijakan ini mendapat respons yang positif dari berbagai kalangan.

Sejumlah negara maju di dunia juga menerapkan kebijakan yang ramah bagi orang tua atau calon orang tua. Tidak hanya cuti untuk mendampingi istri melahirkan, kebijakan cuti juga diberlakukan bagi orang tua yang sudah memiliki buah hati. Kebijakan cuti tersebut memang memerlukan intervensi dari pemerintah.

Baca: Dapat Cuti, PNS Laki-Laki Kini Bisa Dampingi Istri Melahirkan

Dikutip dari World Economic Forum, negara-negara Skandinavia dikenal memiliki sistem yang mendukung orang tua untuk merawat anaknya dengan baik sehingga orang tua bisa bekerja dengan jam yang lebih pendek, bahkan bisa tidak bekerja sama sekali tapi tetap dibayar. Salah satu negara Skandinavia, Swedia juga dinobatkan sebagai negara terbaik untuk merawat anak pada tahu lalu.

Orang tua di Swedia memiliki jatah cuti terlama di dunia. Jatah cuti yang diterima orang tua, baik laki-laki maupun perempuan, ketika baru melahirkan lebih lama dari negara manapun di dunia ini yaitu 480 hari atau setara 16 bulan per orang tua. Dari jatah cuti tersebut, 390 hari perusahaan akan membayar 80 persen dari penghasilan sementara 90 hari sisanya dibayar penuh.

Dari jatah tersebut, orang tua laki-laki dan perempuan bisa berbagi jatah cuti sama rata masing-masing 8 bulan tapi ada batas minimum tiga bulan dalam 480 hari yang mana laki-laki dan perempuan harus cuti berbarengan. Jika batas tersebut dilanggar, maka sisa jatah cuti tersebut sekitar lima bulan menjadi hangus. Kebijakan ini dinilai sangat menguntungkan bagi warga Swedia yang baru menjadi figur ayah.

Tidak hanya perkara saat anak baru lahir, pemberian cuti juga diberikan bagi orang tua bila anaknya sakit. Syaratnya anak tersebut maksimal berusia 12 tahun. Kebijakan ini memberikan jatah cuti hingga 120 hari atau setara 4 bulan.

Dalam bahasa Swedia, kebijakan ini disebut sebagai vård av barn atau peduli pada anak. Tidak hanya itu, orang tua juga mendapat dana tambahan sebesar 80 persen dari gaji mereka untuk biaya perawatan anaknya. Dana ini disediakan langsung lewat skema kompensasi pemerintah, bukan dari potongan gaji.

Selain itu, orang tua di Swedia juga mengajukan 60 hari cuti jika anak mereka sehat tetapi pengasuh mereka atau kakek nenek yang mengasuh anak mereka sedang sakit sehingga tidak bisa merawat anaknya. Cuti juga diberikan jika sang orang tua harus menemani anaknya ke dokter, termasuk dokter gigi.

Di Swedia, anak-anak dapat mengikuti pre-school secara sukarela sejak umur satu tahun sementara anak yang berusia tiga hingga enam tahun diwajibkan ikut pre-school. Biaya sekolah yang menghabiskan waktu tiga jam sehari ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Pre-school, merupakan jembatan sebelum sang anak mengikuti pendidikan umum sehingga fokus pembelajarannya merupakan gabungan antara bermain dan belajar.

Bagi orang tua yang memiliki anak di bawah delapan tahun dan tidak lulus tahun pertamanya di sekolah akan mendapat kompensasi berupa pengurangan jam kerja sebanyak 25 persen dari 8 jam menjadi 6 jam. Kebijakan ini untuk memberikan waktu bagi para orang tua untuk memperhatikan anaknya sehingga mereka bisa pulang sebelum anaknya tidur.

Editor : Ranto Rajagukguk

TAG : swedia