Dapat Tugas Khusus, PLN dan Hutama Karya Jadi BUMN yang Paling Banyak Terima PMN

Aditya Pratama ยท Senin, 02 Desember 2019 - 13:54 WIB
Dapat Tugas Khusus, PLN dan Hutama Karya Jadi BUMN yang Paling Banyak Terima PMN

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri) tiba di ruang Komisi VI DPR untuk mengikuti rapat perdana di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12/2019). (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dan PT Hutama Karya (Persero) menjadi dua BUMN yang mendapat suntikan terbesar dari APBN. Sepanjang 2015-2019, penyertaan modal negara (PMN) dalam APBN yang diberikan kepada dua BUMN itu mencapai Rp105,5 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, dua BUMN itu menyerap hampir 50 persen dari PMN yang dialokasikan dlama lima tahun terakhir.

"PLN sendiri Rp35,1 triliun kurang lebih 33 persen dan Hutama Karya Rp16,1 triliun kurang lebih 15 persen," ujar Erick saat rapat kerja di Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Erick menambahkan, kedua BUMN itu menerima banyak PMN karena mendapatkan penugasan khusus dari pemerintah. PLN misalnya, ditugaskan menuntaskan proyek ketenagalistrikan 35.000 megawatt (MW).

Sementara itu, kata Erick, Hutama Karya ditugaskan untuk membangun tol Trans Sumatra. BUMN konstruksi itu harus membangun jalan tol yang membentang dari Lampung hingga Aceh.

"Tentunya Hutama Karya lebih kepada tol trans sumatera yang kemarin sudah diresmikan masih kurang lebih 400 km sedangkan tuntasnya itu kurang lebih 2.900 km. Jadi masih ada pembangunan lagi 2.500 km untuk lintas Sumatera," katanya.

Mantan ketua tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin itu mengatakan, untuk tahun ini, PLN telah menerima sebagian PMN yang dialokasikan sebesar Rp6,5 triliun sementara Hutama Karya menerima pencairan penuh Rp10,5 triliun.

"Pada tahun 2019 ini PLN sendiri membutuhkan PMN sebesar Rp6,5 triliun dan memang sudah terlaksana Rp2,5 triliun yang sudah masuk pada saat itu untuk pelayanan program listrik masuk desa," ucap Erick.


Editor : Rahmat Fiansyah