Defisit APBN September Tembus Rp452 Triliun Setara 2,74 Persen dari PDB

Rina Anggraeni · Senin, 25 Oktober 2021 - 14:47:00 WIB
Defisit APBN September Tembus Rp452 Triliun Setara 2,74 Persen dari PDB
Menkeu Sri Mulyani sebut defisit APBN September tembus Rp452 triliun setara 2,74 persen dari PDB.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp452 triliun pada September 2021. Defisit tersebut setara dengan 2,74 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dia mengatakan, defisit tersebut turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan defisit dibandingkan tahun lalu menggambarkan konsolidasi fiskal berjalan. Selain itu, secara tidak langsung pemulihan ekonomi sudah sesuai dengan target pemerintah.

"Dibandingkan tahun lalu, yang defisitnya Rp681,4 triliun, (defisit September 2021) ini penurunan 33,7 persen," kata dia dalam video virtual, Senin (25/10/2021).

Adapun realisasi defisit berasal dari realisasi belanja negara hingga September 2021 sebesar Rp1.806,8 triliun atau 65,7 persen dari pagu Rp2.750 triliun. Meski demikian, belanja tersebut minus 1,9 persen dari kinerja pada periode yang sama pada 2020.

Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat senilai Rp1.265,3 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp541,5 triliun. Realisasi TKDD mengalami kontraksi 14 persen karena pemda masih memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang belum dibelanjakan.

Sementara pendapatan negara sebesar Rp1.353,8 triliun atau tumbuh 16,8 persen secara year on year (yoy). Realisasi pendapatan berasal dari penerimaan pajak senilai Rp850,1 triliun, bea cukai Rp182,9 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp320,8 triliun.

"Penerimaan pajak mencapai 69,1 persen dari pagu. Sedangkan realisasi penerimaan bea cukai mencapai 85,1 persen dari pagu dan PNBP telah melebihi pagu mencapai 107,6 persen," ucap Sri Mulyani.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: