Defisit Transaksi Berjalan Melebar, Menko Darmin Tak Ambil Pusing

Rully Ramli ยท Jumat, 09 November 2018 - 18:42 WIB
Defisit Transaksi Berjalan Melebar, Menko Darmin Tak Ambil Pusing

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution telah memprediksi defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) kuartal III-2018 melebar di atas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, CAD ini diyakini masih cukup wajar di tengah kondisi ekonomi yang tumbuh cukup positif.

Darmin menuturkan, melebarnya defisit transaksi berjalan karena tingginya intensitas transaksi perdagangan internasional, sehingga angka impor terus meningkat. Namun, ini menandakan kontributor pendorong pertumbuhan berjalan sehingga perekonomian dalam negeri masih solid.

"Kelihatannya (CAD) melebar dari kuartal II. Kenapa? Karena memang pertumbuhan ekonomi kita tinggi, sehingga impornya jalan," kata Darmin ketika ditemui usai Rapat Koordinasi di gedung Ali Wardhana Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jumat (9/11/2018).

Meskipun begitu, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI mengaku tidak khawatir. Hal ini. ia ungkapkan semenjak Rupiah menunjukan penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat, sehingga capital inflow mulai masuk ke Indonesia.

"Sekarang capital inflow mulai masuk setelah rupiah menguat. Sehingga sebetulnya, kalau ada defisit di transaksi berjalan, kalau di transaksi modal dan finansialnya tidak terlalu besar," tutur Darmin.

Tingginya angka CAD salah satunya disebabkan oleh angka ekspor yang masih belum bisa mengimbangi impor. Meskipun diperkirakan akan terus naik, CAD tidak akan memunculkan sentimen negatif untuk Indonesia.

Darmin menjamin CAD bukan menjadi satu-satunya aspek penilaian perekonomian negara. "Sentimen negatif? Tergantung. Ekonomi kita kalau dilihat pertumbuhan oke, inflasi oke, lain-lain oke," kata Darmin.

Saat ini, kata Darmin pemerintah telah menjalankan sejumlah instrumen  untuk menekan defisit neraca perdagangan. Salah satu upaya itu, yakni perluasan biodiesel 20 persen (B20) yang disinyalir mampu menekan impor minyak dan produk Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebagai informasi, defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III-2018 meningkat sejalan dengan menguatnya permintaan domestik. Defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2018 tercatat sebesar 8,8 miliar dolar AS (3,37 persen PDB), lebih tinggi dibandingkan dengan defisit triwulan sebelumnya sebesar 8,0 miliar dolar AS (3,02 persen PDB).


Editor : Ranto Rajagukguk