Desain Pengembangan Ibu Kota Baru RI Tunggu Penetapan Lokasi

Antara ยท Selasa, 21 Mei 2019 - 22:38 WIB
Desain Pengembangan Ibu Kota Baru RI Tunggu Penetapan Lokasi

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum membuat desain pengembangan ibu kota baru RI. Hal tersebut karena masih menunggu penetapan lokasi (penlok) ibu kota pengganti Jakarta itu.

"Tugas kami menyiapkan desain, kalau lokasinya sudah ditetapkan," kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

BACA JUGA:

Anggarkan Rp466 Triliun untuk Ibu Kota Baru, Bappenas Klaim Tak Ganggu APBN

Menteri Basuki Tidak Ingin Ibu Kota Baru RI Bernasib seperti Canberra

Namun, Danis memastikan tema desain ibu kota baru sudah ditetapkan di antaranya cantik, layak huni, dan berstandar internasional. Desain ini mencakup kondisi lingkungan, keterkaitannya secara regional dalam skala metropolitan, dan harus memiliki government core.

Komisaris Waskita Karya ini menyebut, infrastruktur dasar yang akan dibangun paling tidak jalan perkotaan, jaringan transportasi, sistem drainase, energi kelistrikan, jaringan air bersih, pengelolaan sampah, dan sistem kota berbasis IT (smart city).

"Karena ini ibu kota negara, nanti ada government core. Ini bagian dari tahap pertama yang membutuhkan (lahan) sekitar 2.000 hektare dari total 40.000 hektare," ujar dia.

Setelah desain dalam bentuk masterplan selesai, Danis menyebut, Kementerian PUPR akan membuat desain yang lebih detail (detail engineering design/DED). DED ini akan mencakup mulai dari gedung pemerintahan hingga konsep pengembangan ibu kota menjadi metropolitan.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Prawiradinata mengatakan, pemerintah akan melakukan penetapan lokasi ibu kota pada tahun ini. Penetapan lokasi ini masih menunggu kajian yang dilakukan Bappenas.

"Pada 2020, rencananya akan dimulai penyiapan regulasi dan kelembagaan, penyusunan masterplan kota terpilih, dan perencanaan teknis kawasan," ujar dia.

Pada 2021, pemerintah akan fokus pada penyediaan lahan, membuat DED, dan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) ibu kota baru. Pada 2022-2014, mulai dibangun sehingga 2024, proses pemindahan ibu kota mulai dilakukan.


Editor : Rahmat Fiansyah