Dibagi 3 Tahap, Pemindahan Ibu Kota RI ke Kalimantan Berlangsung hingga 2045

Rully Ramli ยท Kamis, 01 Agustus 2019 - 19:05 WIB
Dibagi 3 Tahap, Pemindahan Ibu Kota RI ke Kalimantan Berlangsung hingga 2045

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro. (Foto: Humas Bappenas)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah menuntaskan peta waktu rencana (timeline) pemindahan ibu kota ke Kalimantan. Proses pembangunan ibu kota baru pengganti Jakarta memakan waktu hingga 2045.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, proses panjang tersebut hingga ibu kota baru menjadi kota metropoliton. Nantinya, proses pembangunan akan dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap pertama, kata Bambang, pembangunan kota inti pada 2021-2024. Pada periode ini, pembangunan difokuskan pada infrastruktur inti yang menjadi kebutuhan kota pemerintahan. Di antaranya istana negara dan kantor lembaga negara.

"Yang paling penting adalah pada periode 2021-2024 kita memulai proses pemindahan tersebut karenanya zona intinya, pusat pemerintahan dengan luas kira kira 2.000 hektare," kata dia di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Tahap kedua berlangsung 2025-2029. Pada periode tersebut, berbagai infrastruktur penunjang mulai dibangun seperti perumahan ASN, pangkalan militer, sekolah, universitas, dan lain-lain.

"Demikian juga hi-tech clean industries. Kota ini juga kita harapkan punya fasilitas untuk pertemuan untuk berbagai acara, termasuk bisnis dan tourism," ujar dia.

Terakhir, pembangunan final berlangsung 2030-2045. Dia menyebut, pada tahap ini, ibu kota akan diperluas hingga mencapai 200 ribu hektare.

Mantan menteri keuangan itu mengungkapkan, pada tahap ini akan dibangun infrastruktur pelengkap seperti taman nasional, konservasi orangutan, dan klaster permukiman nonASN. Infrastruktur ini diperuntukkan bagi masyarakat umum yang ingin tinggal di ibu kota baru.

"Fasilitas ini dibutuhkan terutama untuk penduduk non ASN dan tentunya suatu saat akan seperti Brasilia. Ketika Brasilia didesain targetnya cuma 500 ribu orang tapi hari ini sudah 3,5 juta orang dan menjadi kota metropolitan sendiri," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah