Dikunjungi 7.700 Pembeli, Penjualan Beras Bulog melalui E-Commerce Terbukti Efektif

Diaz Abraham ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 17:31 WIB
Dikunjungi 7.700 Pembeli, Penjualan Beras Bulog melalui E-Commerce Terbukti Efektif

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.id – Sebagai perusahaan negara, kinerja Perum Bulog juga tak lepas dari urusan komersial dan penilaian untung-rugi. Berbagai inovasi layanan pun dilakukan untuk menggenjot laba, salah satunya menjual produk melalui Panganandotcom yang tersedia di salah satu e-commerce.

Model penjualan melalui platform digital ini terbukti efektif. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan, saat ini salah satu produk Bulog menjadi pilihan masyarakat untuk dibeli melalui layanan tersebut.

Dia meyakini hal ini terjadi karena beras Bulog memiliki harga lebih murah dibanding produk serupa lainnya dengan kualitas setara bahkan lebih baik.

“Kita bangun e-commerce juga paling murah bahkan salah satu produk menduduki pringkat pertama, ini bukti kita ini bisa. Kita juga punya keunggulan gudang beras di seluruh Indonesia,” ujar Buwas di Gedung Bulog, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Dia menuturkan, sampai saat ini produk Bulog yang tersedia di Panganandotcom telah dikunjungi hingga 7.700 pembeli sejak resmi diluncurkan pada Selasa (26/11/2019). Angka itu sangat positif mengingat wadah penjualan daring tersebut masih terbilang baru.

Buwas mengungkapkan, walaupun dituntut untuk mencari keuntungan, Bulog tetap fokus untuk kepentingan dalam negeri. Dia menjamin bila Bulog akan tetap berpihak pada petani.

“Kita harus tetap berpihak pada petani, menyerap produk dalam negeri sebanyak-banyaknya untuk kepentingan dalam negeri supaya terjamin keburuhan beras Bulog kita ikuti pasar,” ucapnya.

Pendapatan dari penjualan ini nantinya akan dibuat untuk mengurangi utang berjalan yang sampai saat ini mencapai Rp28 triliun. Namun semua ini bisa dituntaskan dengan regulasi jelas dari pemerintah dengan memastikan porsi untuk bantuan sosial dan komersial.

“Kalau masalah komersial kita memang sesuai dengan regulasi, harus ada perubahan. Satu sisi, Bulog itu perum dan harusnya perusahaan bicara komersial, kita butuh penugasan. Memang perlu diatur berapa persen penugasan yang wajib untuk Bulog, kompensasinya itu yang harus dibantu pemerintah,” ucap Buwas.


Editor : Zen Teguh