Direncanakan Sejak 1996, Tol Trans Jawa Sempat Mangkrak karena Krismon

Isna Rifka Sri Rahayu · Rabu, 04 Juli 2018 - 15:16 WIB
Direncanakan Sejak 1996, Tol Trans Jawa Sempat Mangkrak karena Krismon

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa dicanangkan sejak 1996, namun hingga kini belum juga rampung. Proyek ini sempat mangkrak akibat adanya krisis moneter (krisis moneter) pada tahun 1998.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, awalnya salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dikerjakan oleh swasta. Namun, saat itu delapan jalur Tol ini tidak saling tersambung.

"Trans Jawa ini dicanangkan sejak 1996, tapi tidak bisa terealisasi. Ada delapan trase atau potongan jalan tol yang tidak dikerjakan," ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (04/07/2018).

Oleh karena itu pemerintah akhirnya mengambil alih pembangunannya dengan membeli izin dari pihak swasta. "Kita beli kembali, kita bebaskan lahannya dan kita berikan dana talangan untuk dibayar kembali oleh pemerintah," kata dia.

Saat ini, pemerintah tengah membangun ruas jalan dari Merak hingga Probolinggo sepanjang 1.150 kilometer. Rencananya akhir tahun ini ruas jalan tersebut dapat tersambung dengan Trans Jawa.

"Itu bisa bapak ibu coba di akhir tahun. Saya rencananya juga mau nyupir sendiri dari Merak ke sana," ucapnya.

Selain itu, ia bangga bahwa pembangunan jalan tol kini tidak bergantung pada pendanaan dari negara. "Kalau dulu terus terang jalan tol itu kita menunggu pemerintah ada anggaran buat pembebasan lahan baru kita bangun. Kita harus melakukan program terobosan. Kita harus lebih bisa berkomunikasi dengan pemangku jabatan," tuturnya.

Proyek tol mangkrak ini ternyata tidak hanya dialami oleh Trans Jawa tapi juga Trans Sumatera. Namun, Trans Sumatera baru dicanangkan pada 2004 lalu oleh pihak swasta.

"Waktu itu dicanangkan 2004 tapi tidak bisa direalisasikan juga. Jadi  target kami akhir tahun bisa selesai ke Palembang 450 km," ucap dia.

Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya membangun dan memperbaiki infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan, pelabuhan, dan bandara. Upaya ini dibutuhkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baik jangka menengah dan panjang.

Ambisi pemerintah untuk pembangunan infrastruktur tak lain karena kondisi infrastruktur di Indonesia masih jauh dari ideal bahkan buruk. Terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia bagian timur yang selama ini tidak terjamah pembangunan.


Editor : Ranto Rajagukguk