Ditarget Selesai Tahun Ini, Progres Underpass NYIA Kulon Progo Sudah 74 Persen

Rahmat Fiansyah ยท Rabu, 21 Agustus 2019 - 14:05 WIB
Ditarget Selesai Tahun Ini, Progres Underpass NYIA Kulon Progo Sudah 74 Persen

Underpass NYIA Kulon Progo sepanjang 1,3 kilometer terus dikebut. (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyelesaian pembangunan jalan terowongan (underpass) New Yogyakarta International Airport (NYIA). Underpass sepanjang 1,3 kilometer itu ditargetkan rampung tahun ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, hingga pertengahan Agustus 2019, progres konstruksi underpass di bawah bandara tersebut mencapai 74,3 persen. Progres itu lebih cepat dari target yang direncanakan 63,9 persen.

Dia mengatakan, pembangunan underpass ini bertujuan supaya akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka. Pasalnya, keberadaan NYIA memotong jalan Pansela yang lama.

“Underpass ini merupakan underpass terpanjang, bagian dari Jalan Nasional Pansela Jawa. Dalam pembangunannya, faktor keamanan harus betul-betul diperhatikan,” kata Menteri Basuki, Rabu (21/8/2019).

Pembangunan underpass dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT MCM sejak 2018. Pekerjaan konstruksi utama underpass melingkupi pembangunan struktur underpass, penggalian tanah, dan pembuatan drainase.

Biaya pembangunan underpass ini bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp293,18 miliar.

Underpass ini memiliki panjang keseluruhan 1,3 km yang terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1,09 km dan jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing 110 meter dan 100 meter. Underpass memiliki lebar 7,85 meter, clearence atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter.

Konstruksi underpass dilengkapi dengan fasilitas rumah pompa untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan. Dinding underpass akan dihiasi ornamen dengan tema kearifan lokal seperti motif batik khas Yogyakarta untuk menambah nilai estetika.


Editor : Rahmat Fiansyah