Ditegur Menteri Jonan, Ini Upaya SKK Migas Perbaiki Lifting Minyak

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 04 April 2019 - 17:28 WIB
Ditegur Menteri Jonan, Ini Upaya SKK Migas Perbaiki Lifting Minyak

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berupaya meminimalikan lifting minyak yang menumpuk pada akhir bulan. Pasalnya, dengan kinerja seperti ini membuat target lifting meleset atau tidak sama dengan jumlah produksi.

"Tapi menumpuk di akhir memang yang sudah kita upayakan untuk diminamalisir. Misalnya Desember kemarin liftingnya sampai 5 jutaan lebih. Kita kurangi, sekarang ini di hari terakhir sudah 3 jutaan liftingnya. Lalu, kita tekan terus," ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Menurut dia, dalam proses lifting minyak ini diperlukan kapal untuk mengangkut minyak ke kilang. Oleh karenanya, penumpukan lifting minyak pada akhir bulan dapat berisiko meleset dari target bulanan.

"Saya juga sampaikan ke kawan-kawan, kalau di akhir itu takutnya nanti meleset, ada hujan atau apa. Kendala teknis pengapalan maka itu akan geser ke bulan berikutnya. Jadi realisasinya rendah," ucapnya.

Untuk itu, persiapan kapal pengangkut diperlukan agar proses lifting berjalan lancar tiap harinya. Dengan demikian, pihaknya bisa mencapai lifting minyak hariannya. "Lifting itu juga kaitannya dengan pengkapalan. Tidak akan mungkin kita liftng kalau kapal tidak siap," kata dia.

Kemudian, diperlukan juga kesiapan pengosongan kilang minyak. Pasalnya, jika kilang tidak terisi penuh maka akan tidak efisien dalam pengangkutannya. "Lifting kan di bawa ke kilang. Kalau kilang belum siap menerima, di sini belum bisa dilakukan," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) agar mengurangi impor minyak sehingga lifting minyak lebih lancar. Begitu pun dengan koordinasi dalam penyediaan kapal.

"Kami sudah kordiasi dengan Bu Dirut. Crude kan ada domestik dan impor. Kalau di saat saat impor kurangi dikit, ini lebih lancar. Jadi ini sudah lebh membaik. Semoga besok akan lebh merata," tuturnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta agar SKK Migas menggenjot lifting minyak agar sama atau lebih volumenya dengan produksi minyak. Namun, lifting minyak baru dikebut saat akhir bulan sehingga hasilnya kurang maksimal.

"Saya kira sekarang sampai akhir maret sudah sama. Maret sendiri liftingnya 101 persen dari produksi. Kalau lifting 750.000 maka kan kalau rata kan segitu. Tapi kadang kan dikuras tanggal terakhir maka 200-300 ribu. Makanya pak Menteri tanya kenapa liftingnya sedikit karena di akhir," tutur Soetjipto.

Editor : Ranto Rajagukguk