Dituding Hambat Ekspor Produk Australia, China: Kemauan Importir Sendiri

Djairan ยท Rabu, 04 November 2020 - 15:37:00 WIB
Dituding Hambat Ekspor Produk Australia, China: Kemauan Importir Sendiri
China menepis kabar pemerintahan Beijing menginstruksikan importir untuk berhenti membeli berbagai barang Australia. (Foto: Ist)

BEIJING, iNews.id - China menepis kabar pemerintahan Beijing menginstruksikan importir untuk berhenti membeli berbagai barang Australia. Pemerintahan Negeri Tirai Bambu itu mengatakan, pengurangan impor produk Australia seperti anggur, batu bara hingga gula adalah keputusan pembeli sendiri.

“Perusahaan terkait sendiri yang mengurangi impor produk terkait dari Australia, mereka bertindak atas inisiatif mereka sendiri," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, dikutip dari Reuters, Rabu (4/11/2020).

Media Australian Financial Review, pada Senin lalu mengatakan, pejabat China bertemu dengan importir makanan dan anggur serta memperingatkan mereka agar tidak membuat pesanan baru untuk anggur dan produk pertanian Australia.

Sementara South China Morning Post mengatakan, China diperkirakan memblokir impor gula, anggur merah, lobster, barley (biji-bijian gandum), batu bara dan bijih tembaga serta konsentrat dari Australia serta larangan gandum kemungkinan akan menyusul.

Diketahui, pada pekan lalu bea cukai China memulai inspeksi baru pada lobster, menghentikan impor kayu dan melarang pengiriman barley dari eksportir biji-bijian besar Australia, Emerald Grain. Hal itu semakin memperburuk hubungan antara kedua negara, hingga berdampak pada barang pertanian lainnya.

Bea cukai China mengatakan, penghentian impor kayu dari Australia terjadi setelah menemukan hama dalam beberapa pengiriman sebelumnya. Sementara inspeksi terhadap lobster ditujukan untuk menjamin keamanan pangan.

"Meskipun kami tidak boleh langsung mengambil kesimpulan, kami juga berhak mencari informasi dengan pihak berwenang China untuk mencari kejelasan, dan mendorong mereka menangani masalah ini," kata Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham.  

Editor : Ranto Rajagukguk