Dongkrak Ekonomi, Thailand Bangun Kota Bandara Senilai Rp133 Triliun

Djairan ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 10:18 WIB
Dongkrak Ekonomi, Thailand Bangun Kota Bandara Senilai Rp133 Triliun

Pemerintah Thailand tengah menjalankan pembangunan konsep kota bandara (aero city) sebagai properti masa depan. (Foto: AFP)

BANGKOK, iNews.id - Pemerintah Thailand tengah menjalankan pembangunan konsep kota bandara (aero city) sebagai properti masa depan, senilai 290 miliar baht atau Rp133,25 triliun. Proyek tersebut ditargetkan dapat mendongkrak ekonomi Thailand dari krisis akibat Covid-19.

Pembangunan kota bandara bertujuan untuk meningkatkan perjalanan wisata mancanegara di Thailand, serta pengembangan manufaktur yang terpusat di wilayah bandara. Proyek tersebut rencananya memperluas Bandara Internasional U-Tapao di Provinsi Rayong, di mana banyak terdapat pabrik-pabrik perusahaan otomotif dan petrokimia.

Dalam beberapa tahun terakhir, bandara tersebut telah membawa banyak wisatawan seperti dari China dan Rusia. Badan Koridor Ekonomi Timur Thailand menyatakan, megaproyek seluas 2.570 hektar (Ha) tersebut akan mampu menampung 60 juta penumpang, serta 3 juta ton kargo setiap tahunya.

"Ini akan menjadi inti dari pusat pertumbuhan baru bagi bisnis logistik dan pariwisata kita. Ini artinya, U-Tapao akan menjadi salah satu bandara terbesar di Thailand," ujar Sekretaris Jenderal Badan Koridor Ekonomi Timur Thailand, Kanit Sangsubhan, dikutip dari Bloomberg Selasa (30/6/2020).

Pembangunan kota bandara tersebut diyakini akan meningkatkan nilai ekonomi Thailand, agar bisa pulih dari krisis akibat Covid-19. Saat ini, pandemi corona telah meruntuhkan penerimaan negara dari sektor pariwisata mancanegara, sejak Thailand menutup perbatasannya bagi pelancong asing pada akhir Maret 2020. Fase awal proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2024.

Namun, tantangannya adalah mendatangkan perusahaan-perusahaan besar, serta memancing banyak investor agar tertarik dengan gagasan tentang hub penerbangan dan logistik baru untuk Asia Tenggara tersebut. 

"Pembangunan infrastruktur memang mudah, tetapi bagian sulitnya adalah membawa perusahaan dan investasi ke daerah tersebut," kata Direktur Institut Transportasi Universitas Chulalongkorn Bangkok, Manoj Lohatepanont.

Fitur terencana lainnya termasuk zona perdagangan bebas, pusat pemeliharaan penerbangan, dan kantor pusat untuk perusahaan e-commerce dan logistik. Sistem kereta berkecepatan tinggi juga sedang dibangun untuk menghubungkan bandara dengan Pattaya dan Bangkok, sekitar tiga jam perjalanan jauhnya.

Pembangunan proyek pemerintah ini sedang ditangani oleh konsorsium BTS Group Holdings Pcl, Bangkok Airways Pcl dan Sino-Thai Engineering & Construction Pcl. Selain itu, operasional juga akan dikelola oleh Narita International Airport Corp yang berbasis di Jepang.

Meskipun sektor penerbangan telah menjadi salah satu yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19, pemerintah mengharapkan pemulihan penuh pada akhir tahun 2021. Pemerintah Thailand memperkirakan peningkatan 1,5 persen untuk pertumbuhan ekonomi tahunan, melalui pembangunan kompleks bandara tersebut.

Editor : Ranto Rajagukguk