Dorong Kualitas SDM, Menko Darmin Harap Pelatihan Vokasi Lebih Terarah

Rully Ramli ยท Jumat, 09 November 2018 - 17:32 WIB
Dorong Kualitas SDM, Menko Darmin Harap Pelatihan Vokasi Lebih Terarah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap pendidikan vokasi di Tanah Air memiliki orientasi yang jelas dan terarah. Dengan begitu, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan bisa memenuhi kebutuhan industri.

Untuk mengevaluasi hal itu, Darmin menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan mengundang tujuh Gubernur pemerintah provinsi (Provinsi). Darmin berharap pemprov turut andil dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dengan menggandeng dunia usaha.

"(Anggaran Pendapatan Belanja Negara) APBN-nya sudah dirancang untuk mendorong vokasi karena pada tahap sekarang ini kita sudah harus memperbaiki kualitas SDM kita," kata Darmin di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Darmin melanjutkan, peran pemerintah daerah cukup krusial dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi. Pasalnya, sejumlah daerah memiliki potensi teknis yang secara umum dikuasai lebih. Karena itu, pemerintah daerah akan dimintai pendapatnya tentang usulan idenditifkasi bidang.

"Tadi itu kita mengundang beberapa pemda untuk mulai mendiskusikan supaya mereka mulai mengidentifikasi dan mengusulkan bidang apa saja. Tadi kita minta kepada beberapa pemda, cobalah dua atau tiga bidang apa saja di prioritaskan di daerah," katanya.

Darmin juga mengatakan, salah satu faktor penghambat program pelatihan vokasi, yakni tidak cocoknya kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, dengan ditentukannya potensi daerah, nantinya dijadikan acuan memperbaiki kurikulum SMK di daerah.

Dia juga mengatakan, di waktu mendatang SMK akan memperoleh bekal yang cukup saat mengikuti pendidikan vokasi. Selain itu, pemerintah turut merevisi sejumlah kurikulum dengan menggandeng dunia usaha agar pelaksaan vokasi jauh lebih tepat sasaran.

"Jadi tidak bisa dia bisa sedikit ngelas sedikit itu sedikit itu lebih baik fokus kalau ngelas-ngelas saja. Otomotif, otomotif saja, bikin rumah ya bikin rumah. Kalau kopi ya kopi mulai dari pembenihan, memilih bibit, budidaya yang baik, panen dan proses, pasca panen," katanya.

Dalam waktu dua pekan ke depan rakor akan kembali diadakan, dengan target setiap pemda yang diundang membawa daftar potensi daerah.


Editor : Ranto Rajagukguk