Dukung Ekonomi dan Wisata Kota Pariaman, Ini Infrastruktur yang Dibangun PUPR

Rahmat Fiansyah ยท Minggu, 15 Desember 2019 - 17:08 WIB
Dukung Ekonomi dan Wisata Kota Pariaman, Ini Infrastruktur yang Dibangun PUPR

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat peletakan batu pertama (groundbreaking) Pasar Rakyat Pariaman, Sumatra Barat, Sabtu (14/12/2019). (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pembangunan ekonomi, termasuk pariwisata di Kota Pariaman, Sumatra Barat. Berbagai infrastruktur telah dibangun untuk aktivitas warga.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program pembangunan infrastruktur di Kota Pariaman cukup beragam. Kementerian PUPR misalnya, telah membangun pengaman pantai di kota itu untuk mencegah kerusakan akibat abrasi pantai sekaligus sebagai peredam gelombang air laut.

"Pembangunannya dilakukan sejak April 2019 dengan anggaran Rp2,6 miliar," ujar Basuki melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (15/12/2019).

Selain itu, kata dia, pemerintah juga menata kawasan Pantai Gondoriah dan Waterfront City Sungai Pariaman untuk mewujudkan kota pesisir yang modern. Penataan dimulai pada 2019 dengan anggaran Rp7 miliar.

Peningkatan kesejahteraan nelayan juga dilakukan dengan perbaikan rumah nelayan. Berbagai bantuan diberikan dalam bentuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 1.000 unit senilai Rp17,5 juta unit yang tersebar di empat kecamatan yaitu Pariaman Utara (400 unit), Pariaman Timur (190 unit), Pariaman Selatan (140 unit), dan Pariaman Tengah (270) unit.

Selain itu, Basuki menyebut Kementerian PUPR juga telah membangun 50 unit rumah khusus bagi nelayan Nagari Karan Aur yang lokasinya tak jauh dari Pantai Gandoriah. Rumah nelayan itu dibangun pada 2017 lalu memiliki tipe 36 dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang anti gempa.

Tak berhenti disitu, pemerintah juga akan merevitalisasi Pasar Rakyat Pariaman. Pasar yang telah berusia lebih dari 100 tahun sudah mengalami beberapa kali kerusakan akibat gempa dan kebakaran.

"Pasar tersebut akan dibangun kembali dengan konsep ramah lingkungan yang tahan gempa. Bangunannya nanti juga direncanakan tidak hanya diperuntukkan sebagai pasar rakyat, mengingat posisinya yang berada di pusat kota dan dekat dengan wisata Pantai Gandoriah. Dengan revitalisasi diharapkan pasar tersebut akan menjadi pusat aktivitas warga," tutur Basuki.

Editor : Rahmat Fiansyah