Ekonom: Dari 22 Juta Orang Mendaftar Terserap Sedikit, Pemerintah Harusnya Malu

Hafid Fuad ยท Minggu, 13 September 2020 - 21:54:00 WIB
Ekonom: Dari 22 Juta Orang Mendaftar Terserap Sedikit, Pemerintah Harusnya Malu
Pengamat ekonomi dari Indef Nailul Huda menilai jumlah 22 juta yang mendaftar prakerja artinya banyak yang butuh bantuan insentif di masa pandemi Covid-19. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Saat ini, lebih dari 22 juta orang telah mendaftar dan baru sebanyak 3,8 juta orang yang ditetapkan mendapatkan Kartu Prakerja. Pemerintah telah membantu 1,6 juta orang menyelesaikan pelatihan dan baru 933 ribu mendapatkan insentif.

Pengamat ekonomi dari Indef Nailul Huda menilai jumlah 22 juta yang mendaftar prakerja artinya banyak sekali yang butuh bantuan insentif di masa pandemi Covid-19. "Jadi bila hanya bisa bantu 25 persen dari total yang membutuhkan, harusnya pemerintah malu ya," ujar Nailul.

Menurutnya, bantuan diberikan semuanya melalui jalur bantuan tunai. Karena bila pemerintah mendorong wirausaha, tapi kondisinya permintaan konsumsi masyarakat sedang turun artinya tetap berat. "Karena sama aja siapa yang mau beli nanti?" katanya.

Terlebih lagi, lanjut dia, pemerintah belum membuka berapa biaya yang dikeluarkan masing-masing platform dan lembaga pelatihan untuk pembuatan satu jenis pelatihan baik video dan nonvideo.

"Jelas sangat menguntungkan mereka bisa sampai Rp3,9 triliun sendiri keuntungannya. Ini program yang sangat salah," ujarnya.

Menurutnya pemerintah bisa menyalurkan Rp5,6 triliun biaya pelatihan tersebut menjadi bantuan langsung tunai bagi para pekerja atau pencari kerja yang membutuhkan. "Ini lebih bermanfaat dibandingkan harus menggunakan korporasi platform dan lembaga pelatihan," ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani