Ekonomi Prancis Minus 13,8 Persen pada Kuartal II, Negatif Selama 3 Triwulan

Djairan · Jumat, 31 Juli 2020 - 17:18 WIB
Ekonomi Prancis Minus 13,8 Persen pada Kuartal II, Negatif Selama 3 Triwulan

Prancis mencatatkan kontraksi ekonomi 13,8 persen pada kuartal II 2020. (Foto: AFP)

PARIS, iNews.id - Badan Statistk Nasional Prancis (INSEE) mengumumkan pada Jumat (31/7/2020) ekonomi negara tersebut mengalami kontraksi besar, yakni minus 13,8 persen di kuartal II 2020. Hal ini disebabkan oleh konsumsi, investasi dan perdagangan yang runtuh selama pandemi Covid-19.

Prancis sudah memasuki resesi sejak kuartal I tahun ini dengan ekonomi tercatat minus 5,9 persen setelah penyusutan pertama pada kuartal IV 2019 yang tercatat minus 0,1 persen. Pada akhir tahun lalu, ketika pemogokan nasional di Prancis merontokkan 0,2 persen dari output ekonomi nasional.

Penurunan pada kuartal II 2020 di negara dengan ekonomi terbesar kedua di zona euro itu, menjadi yang terburuk sejak lebih dari 70 tahun yang lalu. Kontraksi Produk Domestik Bruto (PDB) Prancis lebih curam daripada 10,1 persen yang dilaporkan oleh Jerman sebelumnya.

Sebelum itu Amerika Serikat (AS) juga dilaporkan masuk resesi dengan ekonomi negara adidaya tersebut turun hingga negatif 32,9 persen pada kuartal II tahun ini. Namun, penyusutan ekonomi Prancis tidak separah yang diperkirakan 17 persen awal bulan Juli oleh INSEE dan prediksi minus 15,3 persen oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

“Kami memperkirakan ekonomi Prancis akan mengalami rebound sebesar 19 persen pada kuartal III dan 3 persen pada kuartal IV tahun ini dengan aktivitas 1-6 persen di bawah level sebelum adanya krisis pandemi Covid-19,” ujar pihak INSEE dikutip dari Reuters Jumat (31/7/2020).

Data yang dipaparkan INSEE pada Jumat menunjukkan konsumsi rumah tangga turun 11 persen, investasi perusahaan turun 17,8 persen, ekspor turun 25,5 persen dan impor juga turun 17,3 persen. Penurunan di sektor konstruksi juga sangat curam, terjun hingga 24,1 persen.

Editor : Ranto Rajagukguk