Ekspor APD dan Masker Dibuka, Kemendag Tetap Pantau Kebutuhan Dalam Negeri

Antara ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 07:00 WIB
Ekspor APD dan Masker Dibuka, Kemendag Tetap Pantau Kebutuhan Dalam Negeri

Pemerintah telah membuka kembali ekspor masker dan alat pelindung diri (APD) ke sejumlah negara dengan tetap memantau kebutuhan dalam negeri. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah membuka kembali ekspor masker dan alat pelindung diri (APD) ke sejumlah negara. Namun, kebijakan ini tetap diatur dengan melihat kebutuhan dalam negeri.

"Permendag ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Perdagangan untuk mendorong kinerja ekspor, menjaga neraca perdagangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di sektor industri kesehatan. Namun demikian, kita juga tetap terus menjaga dan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri," ujar Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Srie Agustina dala webinar di Jakarta yang dilansir Rabu (1/7/2020).

Srie mengatakan, peraturan ini diterbitkan setelah melalui proses pembahasan yang intensif bersama Kementerian/Lembaga terkait lainnya seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Keuangan, serta instansi terkait lainnya.

Melalui Permendag Nomor 57 Tahun 2020, produk-produk alat kesehatan yang sebelumnya dilarang ekspor kemudian direlaksasi menjadi dibebaskan dan diatur ekspornya. Ekspor atas bahan baku masker, masker, dan APD hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan Persetujuan Ekspor (PE) dari Menteri Perdagangan.

Kemendag, lanjut Srie, akan memperhatikan dan menyesuaikan data dengan dashboard monitoring alat kesehatan (DMA) yang dikelola oleh Indonesia National Single Window (INSW). "Dashboard ini merupakan skema sistem yang terintegrasi antar K/L terkait dan memuat data pasokan terkini, permintaan, dan realisasi ekspor produk alat kesehatan," kata Srie.

Dashboard akan menyediakan data selisih antara data produksi nasional dan kebutuhan nasional. Data selisih menunjukkan jumlah/kuota produk yang dapat diekspor secara nasional. Kemendag memberikan persetujuan ekspor (PE) berdasarkan data kapasitas riil masing- masing perusahaan dan data selisih nasional.

"Apabila terjadi peningkatan kebutuhan bahan baku masker, masker, dan APD di dalam negeri, Menteri Perdagangan dapat membekukan PE yang telah diterbitkan; dan/atau menolak permohonan PE yang diajukan oleh eksportir. Peningkatan kebutuhan dalam negeri dibuktikan dengan data/informasi yang tertera di dashboard atau yang disampaikan oleh K/L terkait," ujar Srie.

Editor : Dani Dahwilani