Erick Thohir Beri Penugasan ke Inalum, Dorong Hilirisasi hingga Berekspansi

Aditya Pratama · Rabu, 29 Januari 2020 - 13:29 WIB
Erick Thohir Beri Penugasan ke Inalum, Dorong Hilirisasi hingga Berekspansi

Economic Forum dengan tajuk 'Menakar Strategi Prioritas BUMN 2020-2024” bersama IDX Channel di Jakarta, Rabu (29/1/2020). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Holding industri pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mining Industry Indonesia (MIND ID) atau PT Inalum (Persero) mendapatkan sejumlah mandat dari Menteri BUMN Erick Thohir. Mandat tersebut berupa strategi prioritas perusahaan beberapa tahun ke depan.

Direktur Utama (Dirut) MIND ID Orias Petrus Moedak menuturkan, mandat pertama yang diberikan pemerintah kepada pihaknya adalah research on the site. Dari hal itu, pihaknya berharap ke depan dapat mengatur 15-20 persen revenue yang dimiliki holding.

"Kami melihat kecepatan produksi dan usia tambang memengaruhi juga bagaimana kami harus melakukan ekspansi, dan ini berlaku pada setiap komoditi yang ada di MIND ID," ujar Orias dalam Economic Forum dengan tajuk 'Menakar Strategi Prioritas BUMN 2020-2024” bersama IDX Channel di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Mandat kedua adalah hilirisasi. Orias menuturkan, hilirisasi dapat dilakukan pihaknya, namun harus dilihat sejauh mana hal itu bisa dilakukan dari kondisi perusahaan.

"Hilirisasi ini tidak harus secara internal tetapi juga terbuka, bisa eksternal melakukan kerja sama dengan swasta atau asing, jadi kita terbuka untuk masuk ke dalam hilirisasi tambang," kata dia.

Mandat ketiga, diharapkan MIND ID dapat menjadi perusahaan kelas dunia. Oleh karena itu, dia menyebut jika ingin menjadi kelas dunia maka harus diubah dari berbagai aspek dimulai dari kinerja dan peningkatan pendapatan.

"Kita inginkan ada tingkat revenue kita disini disebutkan 21-23 miliar dolar AS," tuturnya.

Tidak sampai di situ, Orias juga menyebut agar MIND ID menjadi pusat bagi para lulusan terbaik untuk dapat bekerja di perusahaan. Namun, pihaknya tidak hanya fokus mencari orang baru, melainkan juga meningkatkan kualitas yang sudah ada saat ini.

"Jadi, salah satu program kami sejalan dengan program Pak Jokowi meningkatkan kemampuan human capital kita, saya mewajibkan seluruh pegawai harus di-training yang memadai. Dalam arti satu tahun harus 24 jam training, Kalau tidak di-training tahun ini, tahun depan kita proses untuk diberhentikan," ucap Orias.


Editor : Ranto Rajagukguk