Erick Thohir: Kalau BUMN Mati Kalah Persaingan Akan Membahayakan

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 07 April 2021 - 15:12:00 WIB
Erick Thohir: Kalau BUMN Mati Kalah Persaingan Akan Membahayakan
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat punahnya perusahaan pelat merah sangat membahayakan bagi laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, sepertiga dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbangkan dari BUMN. 

Kementerian BUMN tidak mengelak dinamika bisnis, baik di level global dan regional, mengalami perubahan signifikan. Perubahan itu seiring dengan perkembangan teknologi yang mengharuskan pelaku bisnis menyesuaikan diri, khususnya menguatkan pasarnya dengan basis digitalisasi. 

Dinamika ekonomi dan sosial itu, kata Erick, perlu dibajak atau dijawab oleh perusahaan pelat merah, jika tidak, maka perusahaan diyakini punah atau mati. "Yang tidak kalah pentingnya, perusahaan BUMN bisa bersaing dan berkembang dan tentu, kalau perusahaan BUMN berkembang, tentunya yang namanya depression akan terjadi. Tapi kalau BUMN-nya mati, kalah di persaingan, ini yang membahayakan, karena pertiga dari kekuatan ekonomi di Indonesia adalah BUMN," ujar Erick, Rabu (7/4/2021). 

Bukan saja PDB, eksistensi BUMN pun berdampak besar pada masyarakat. Tugas BUMN sebagai pelayan publik (public servis) dinilai fundamental bagi masyarakat. 

Karenanya, kesimbangan dan penyesuaian BUMN pada perubahan jaman pun akan berpengaruh pada aspek pelayanan perusahaan. "Public servis yang dilakukan BUMN ini dahsyat di masyarakat. Tidak hanya pelayananan, tetapi ketika terjadi bencana, terjadi harga yang tidak balance, BUMN itu hancur. Itulah keseimbangan-keseimbangan yang terus kita jaga, dan kita mau BUMN-nya terus berkembang dan bisa bersaing seperti halnya yang saya sampaikan di industri perbankan," tutur dia. 

Editor : Ranto Rajagukguk

Halaman : 1 2