Erick Thohir Tunggu Aturan untuk Merger atau Tutup BUMN Tak Jelas

Antara ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 22:29 WIB
Erick Thohir Tunggu Aturan untuk Merger atau Tutup BUMN Tak Jelas

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunggu peraturan yang memberikan hak untuk melakukan merger atau menutup sebuah perusahaan pelat merah yang tidak jelas atau tidak optimal.

"Saya rasa nanti saat dipetakan kalau terdapat perusahaan BUMN setengah-setengah dan tidak jelas arahnya, lebih baik dimerger atau dilikuidasi," ujar Erick Thohir di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Erick menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menunggu peraturan yang akan diputuskan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa Kementerian BUMN sebagai pihak yang mengelola aset boleh diberi hak untuk melakukan merger atau menutup sebuah perusahaan pelat merah.

Kalau hak ini sudah didapatkan, Menteri BUMN dapat melakukan pemetaan ulang terhadap perusahaan-perusahaan BUMN. Upaya tersebut saat ini belum bisa dilakukan karena menunggu peraturan terkait hak merger atau likuidasi.

Menurut Erick, banyaknya perusahaan pelat merah yang tidak jelas arahnya tersebut membuat pihaknya harus mengelola ratusan perusahaan di ranah BUMN.

Selain itu, BUMN yang tidak jelas arahnya itu menimbulkan ekosistem yang tidak sehat bagi UKM ataupun persaingan dengan swasta.

"Namun kami sudah melakukan hal-hal sebagai langkah awal secara business to business seperti penggabungan rumah sakit anak usaha BUMN," kata Erick.

Dia mengatakan, untuk hal seperti ini tidak membutuhkan peraturan, karena yang namanya holding rumah sakit nanti dimiliki oleh banyak BUMN dan tentu hal itu bisa memaksimalkan kualitas serta dan pelayanan rumah sakitnya.

Editor : Ranto Rajagukguk