Fasilitas Kawasan Berikat dan KITE Tarik Investasi Rp178 Triliun

Rully Ramli ยท Senin, 18 Februari 2019 - 14:10 WIB
Fasilitas Kawasan Berikat dan KITE Tarik Investasi Rp178 Triliun

Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi (kedua dari kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan), dan Ketua University Network for Indonesia Export Development (UNIED), Arief Satria (kedua dari kiri) saat meluncurkan survei manfaat ekonomi fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (18/2/2019). (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) berdampak positif terhadap ekonomi. Kedua fasilitas kepabenan tersebut menarik investasi hampir Rp180 triliun.

Angka tersebut berdasarkan survei manfaat ekonomi yang dihasilkan fasilitas KB dan KITE selama kurun waktu 2017. Survei tersebut merupakan hasil kerja sama antara Bea Cukai dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED).

"Nilai investasi yang dihasilkan dari kedua fasilitas ini mencapai Rp178,17 triliun," ujar Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2).

Selain itu, kata Heru, kedua fasilitas yang diterapkan sejak dua tahun lalu itu menumbuhkan 95.251 jaringan usaha langsung. Adapun tenaga kerja yang diserap mencapai 1,95 juta orang yang mana 97 persen di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.

Heru menambahkan survei kali ini merupakan survei kedua yang dilakukan oleh Bea Cukai dan hasilnya tidak jauh berbeda dari survei pertama yang dilakukan oleh Bea Cukai yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

"Survei kedua ini dilakukan untuk memastikan bahwa dampak ekonomi fasilitas KB dan KITE tetap positif, di samping juga untuk merumuskan penajaman formulasi kebijakan selanjutnya," ujar Heru.

Selain ekonomi, kata Heru, kedua fasilitas tersebut juga berdampak positif terhadap penerimaan pajak. Di pusat, ada penerimaan pajak Rp85,49 triliun sementara daerah mendapat Rp5,11 triliun.

"Kontribusi nilai ekspor KB dan KITE mencapai Rp780,83 triliun atau setara dengan 34,37 persen. Nilai ekspor nasional, nilai tambah KB dan KITE terhadap perekonomian Rp402,5 triliun," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah