Februari 2019, Utang Pemerintah Capai Rp4.566 Triliun

Rully Ramli ยท Selasa, 19 Maret 2019 - 15:13 WIB
Februari 2019, Utang Pemerintah Capai Rp4.566 Triliun

Total utang pemerintah pusat per 28 Februari 2019 mencapai Rp4.566,26 triliun, naik Rp67,66 triliun dibandingkan Januari 2019 yang sebesar Rp4.498,6 triliun. (Foto: ilustrasi/Ant)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total utang pemerintah pusat per 28 Februari 2019 mencapai Rp4.566,26 triliun. Angka tersebut naik Rp67,66 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Januari 2019, posisi utang pemerintah sebesar Rp4.498,6 triliun. Sementara dalam setahun, utang pemerintah naik Rp531,46 triliun, karena posisi utang pada Februari 2018 tercatat Rp4.034,8 triliun.

Data APBN Kita edisi Maret 2019 menunjukkan sebagian besar utang pemerintah berbentuk surat berharga negara (SBN) sebesar Rp3.775,79 triliun atau 82,7 persen dari total utang. Porsi SBN tersebut naik dibanding Februari 2018 yang sebesar 80,73 persen.

SBN berdenominasi rupiah mencapai Rp2.723,13 triliun atau 56,94 persen sementara SBN berdenominasi valas tercatat Rp1.052,66 triliun atau 23,05 persen dari total utang pemerintah.

Dengan mengandalkan SBN sebagai sumber pembiayaan, pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan SBN rupiah. Dengan begitu, porsi SBN asing akan terus diturunkan.

"Dengan meningkatkan porsi penerbitan SBN berdenominasi rupiah, pemerintah terus melakukan upaya pendalaman pasar dalam negeri," tulis Kemenkeu.

Selain SBN, pemerintah juga memiliki utang dalam bentuk pinjaman (loan) sebesar Rp790,47 triliun. Pinjaman luar negeri mendominasi sebesar Rp783,33 triliun sementara pinjaman dalam negeri Rp7,13 triliun.

Kenaikan utang pemerintah pada, kata Menkeu, akibat realisasi SBN pada Februari 2019 lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Selain karena strategi front loading (penarikan utang di awal tahun), juga ada refinancing utang yang jatuh tempo pada 2019.

"Penerbitan SBN yang cukup tinggi di awal tahun 2019 juga dilakukan untuk memperkuat cadangan devisa, mengingat cadangan devisa awal tahun 2019 menurun," kata Kemenkeu.

Pemerintah memastikan posisi utang tersebut masih aman dan terkendali. Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) per akhir Februari 2019 sebesar 30,33 persen.

"Pemerintah menyadari bahwa pembiayaan melalui utang memiliki biaya dan risiko, untuk itu pemerintah bersungguh-sungguh dalam mengelola utang secara hati-hati (pruden) dan akuntabel," tulis Kemenkeu.


Editor : Rahmat Fiansyah