Fokus Cetak Sawah di Lahan Rawa, Kementan Diapresiasi KTNA

Ranto Rajagukguk ยท Senin, 11 Februari 2019 - 12:15 WIB
Fokus Cetak Sawah di Lahan Rawa, Kementan Diapresiasi KTNA

Keputusan Kementan yang fokus mencetak sawah dari lahan rawa diapresiasi positif. (Foto: Kementan)

JAKARTA, iNews.id - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menilai, langkah Kementerian Pertanian (Kementan) yang fokus mencetak sawah dari lahan rawa adalah keputusan bijak. Karena mempertimbangkan siklus musim panas ke depan akan lebih panjang dan lahan rawa akan lebih tahan banting.

Ketua KTNA Winarno Tohir menyatakan, lokasi rawa menjadi pilihan yang bagus karena selain memiliki luas lahan yang besar, tapi juga demi antisipasi kemarau panjang yang kabarnya akan menerpa untuk siklus waktu yang panjang.

"Akan makin pas kalau di lahan rawa karena mereka itu bahkan hingga kelebihan air. Sedangkan di lahan biasa itu nanti akan membutuhkan infrastruktur air sekunder tersier maupun saluran kecil lainnya," kata Winarno Senin (11/2/2019).

Namun, Winarno mengakui produktivitas sawah dari rawa belum menyaingi yang konvensional. Untuk satu petak sawah dari rawa menghasilkan 3 ton per ha, sedangkan dari sawah lahan biasa di 6 ton per ha.

"Maka harus ada varietas khusus yang bisa untuk area rawa. Sementara sudah ada varietas lokal walau belum ada yang khusus untuk rawa," ujarnya.

Kementan tahun ini menargetkan melakukan konversi lahan rawa menjadi sawah sebanyak 500.000 ha. Selain itu, ada juga perluasan lahan sawah eksisting sebesar 6.000 ha. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengungkapkan, agenda kerja ini akan dilakukan dengan total anggaran sebesar Rp4,9 triliun.

"Ini sekaligus untuk pengadaan alsintan, pengembangan embung dan irigasi-irigasi lainnya," ujar Sarwo Edhy.

Optimalisasi lahan rawa menjadi sawah ini, lanjut Sarwo Edhy, akan difokuskan di Kalimantan Selatan seluas 300.000 ha, Sumatera Selatan 200.000 ha dan sebagian kecil di Jambi. Sedangkan perluasan areal sawah akan dilakukan di Riau, Sumatera dan Sulawesi.

"Area rawa menjadi lokasi pengembangan lahan sawah terkini karena memiliki potensi yang besar," tambahnya.

Dalam catatan Kementan, luas rawa di Indonesia mencapai 33,4 juta ha yang terdiri dari lahan pasang surut seluas 23,05 juta hektar dan rawa lebak seluas 10,35 juta ha.

Kementan juga telah menyiapkan teknologi khusus untuk mengatasi sejumlah tantangan menangani lahan rawa seperti manajemen pengairan, teknologi olah lahan hingga, penyiapan varietas padi unggul untuk rawa.


Editor : Ranto Rajagukguk