Food Heroes Day, Perkuat Inovasi untuk Pahlawan Pangan yang Semakin Tangguh

Aditya Pratama ยท Sabtu, 31 Oktober 2020 - 14:12:00 WIB
Food Heroes Day, Perkuat Inovasi untuk Pahlawan Pangan yang Semakin Tangguh
Food and Agriculture Organization (FAO) dan MNC Trijaya menggelar live webinar dengan tajuk Food Heroes Day. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Food and Agriculture Organization (FAO) dan MNC Trijaya menggelar live webinar dengan tajuk Food Heroes Day. Acara ini diadakan untuk menghargai kerja para pahlawan pangan juga dalam rangka memperingati World Food Day 2020 dan Hari Jadi FAO ke 75 tahun.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, krisis kesehatan global Covid-19 membuat semua orang merefleksikan hal-hal yang sangat dihargai dan paling mendasar namun sering dianggap remeh, yaitu pangan. Dia menilai, dibutuhkan dukungan bagi para pahlawan pangan, yakni petani, pekerja, penggerak komunitas di seluruh sistem pangan yang memastikan pangan terus bergerak dari ladang, laut, tambak sampai ke meja makan di tengah pandemi Covid-19

“Kami memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pahlawan pangan, khususnya para petani. Tantangannya memang tidak mudah, tapi kita harus terus bergerak memberikan pangan kepada lebih dari 200 juta orang di Indonesia,” ujar Syahrul dalam rekaman sambutannya untuk Food Heroes Day, Sabtu (31/10/2020).

Syahrul menuturkan, ketahanan yang melekat pada pahlawan pangan ditantang tidak hanya oleh situasi pandemi saat ini, tetapi juga oleh ketidakseimbangan sistem pangan. Kelaparan dan di sisi lain, obesitas, degradasi lingkungan, kehilangan dan pemborosan makanan serta kurangnya keamanan bagi pekerja rantai makanan hanyalah sebagian dari masalah yang menggarisbawahi ketidakseimbangan ini.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tingkat obesitas di Indonesia menunjukkan peningkatan dari 14,8 persen pada 2013 menjadi 21,8 persen di 2018. Sedangkan, sampah makanan seperti dilansir Economist Intelligence Unit tahun 2016, Indonesia merupakan negara pembuang makanan kedua di dunia yang menyia-nyiakan 300 makanan kg/orang setiap tahunnya. 

“Kami membutuhkan tindakan cerdas dan sistemik untuk menyampaikan pangan kepada mereka yang membutuhkan dan memastikan kualitas gizinya. Kami membutuhkan gerakan dari semua sektor untuk mengeluarkan kekuatan inovasi untuk memastikan setiap orang memiliki akses yang pangan bergizi,” kata Victor Mol, Perwakilan FAO ad interim.

Hari Pangan Sedunia menyerukan solidaritas global untuk membantu semua populasi dan terutama yang paling rentan untuk pulih dari krisis, dan untuk membuat sistem pangan lebih tangguh dan kuat. Wakil Direktur Kesehatan USAID Indonesia David Stanton mengatakan, pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), telah bermitra selama lebih dari 14 tahun untuk memajukan kemandirian Indonesia dalam pengendalian dan pencegahan penyakit, yang berkontribusi pada ketahanan pangan. 

“Kami bangga dapat bermitra dengan pemerintah Indonesia untuk memperkuat kewaspadaan masyarakat dan kesehatan masyarakat sambil meningkatkan ketahanan terhadap wabah penyakit dan krisis ketahanan pangan untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi generasi mendatang,” ujarnya.

Selain itu, diperlukan investasi dalam sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh. Hal Ini mensyaratkan peluang baru yang ditawarkan melalui digitalisasi dan e-commerce dan juga praktik pertanian yang melestarikan sumber daya alam bumi, kesehatan kita serta iklim.  

Kebun Kumara, sebuah penggerak komunitas untuk pertanian di  perkotaan yang terletak di pinggiran Jakarta, mendukung penduduk kota untuk terhubung kembali dengan alam dengan cara memperkuat pengetahuan tentang menanam makanan dari rumah. 

“Bagi kami di Kebun Kumara, menanam pangan dari rumah adalah tindakan sederhana yang dapat membangkitkan kesadaran kolektif seputar pangan dan urgensi memelihara alam sebagai sumber kehidupan,” kata Soraya Cassandra dari Kebun Kumara.

Hari Pahlawan Pangan merupakan puncak dari kampanye Hari Pangan Sedunia 2020 untuk mengapresiasi pahlawan pangan di Indonesia. CEO Startup di bidang pangan dan pertanian, pemimpin komunitas perkotaan, serta selebriti termasuk di antara pembicara di festival virtual yang berlangsung selama satu hari. Pahlawanpangan.com, sebuah pameran virtual untuk mengekspos kisah pahlawan makanan Indonesia juga diluncurkan pada acara tersebut.


Editor : Ranto Rajagukguk