Fuad Rizal Resmi Ditunjuk sebagai Plt Dirut Garuda Indonesia

Aditya Pratama ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 17:24 WIB
Fuad Rizal Resmi Ditunjuk sebagai Plt Dirut Garuda Indonesia

Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menetapkan Fuad Rizal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut).

TANGERANG, iNews.id – Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menetapkan Fuad Rizal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut). Keputusan ini menyusul langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mencopot Ari Askhara dari kursi Dirut Garuda Indonesia. 

Penetapan ini sesuai dengan Surat Keterangan (SK) Dewan Komisaris No. DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019. Dalam SK tersebut juga dijelaskan bahwa Fuad tetap menjalankan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia. 

“Penetapan Fuad Rizal Sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia akan berlaku hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Garuda Indonesia dalam waktu dekat,” kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan dalam keterangannya, Jumat (6/12/2019).

Dia memastikan kegiatan bisnis dan operasional akan tetap berjalan sesuai dengan rencana kerja perseroan. Selanjutnya Garuda Indonesia akan melaksanakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan RUPSLB sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan terkait lainnya.

“Pada kesempatan ini, Garuda Indonesia turut menegaskan bahwa Perseroan akan melakukan evaluasi secara berkesinambungan dalam proses bisnis yang berjalan serta berkomitmen untuk terus mengedepankan dan melaksanakan prinsip tata kelola Perusahaan yang baik dengan mematuhi aturan yang berlaku,” ucap dia.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan pencopotan Ari Askhara dari kursi Dirut Garuda Indonesia karena dugaan keterlibatannya menyelundupkan suku cadang motor Harley Davidson dan sepeda Brompton. Dugaan penyelundupan Harley-Davidson ini dinilai berpotensi pidana. Pasalnya, ada indikasi kuat aksi tersebut merupakan impor ilegal.

Erick Thohir mengatakan, penyelundupan yang dilakukan Ari Askhara merugikan negara. Nilai kerugian akibat penyelundupan tersebut mencapai Rp1,5 miliar.

"Kalau kerugian negara ini sudah menjadi faktor yang tidak hanya perdata tapi menjadi faktor pidana ini yang sangat memberatkan," kata Erick di Jakarta, Kamis (5/12/2019).


Editor : Ranto Rajagukguk