Garuda dan Sriwijaya Air Sempat Kisruh, Menteri Rini: Komunikasinya Belum Jelas

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 20:38 WIB
Garuda dan Sriwijaya Air Sempat Kisruh, Menteri Rini: Komunikasinya Belum Jelas

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menanggapi kisruh yang sempat terjadi di antara dua maskapai dalam negeri yaitu Garuda Indonesia Group dengan Sriwijaya Air Group. Kisruh ini terkait kerja sama manajemen (KSM) antara keduanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, kisruh kemarin akibat kurangnya komunikasi antara kedua pihak terkait KSM. Hal ini terbukti dari pertemuan Garuda dan Sriwijaya siang ini yang memutuskan untuk melanjutkan kembali KSM.

"Saya rasa kemarin-kemarin itu sudah ada kerja sama tapi kelihatannya komunikasinya belum jelas. Tapi Alhamdulillah kemarin upaya mereka rapat, tadi saya baru dikasih laporan, semuanya berjalan lancar," ujarnya di Stasiun Juanda, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Garuda dan Sriwijaya kembali rujuk setelah sebelumnya sempat ribut sehingga KSM yang sempat terhenti itu disepakati berlanjut kembali. Hal ini berdasarkan keputusan usai dilakukan pertemuan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group yang difasilitasi oleh Menteri BUMN.

"Bagaimana yang terbaik, yang paling utama adalah untuk konsumen dan tentunya untuk kesehatan maskapai penerbangan di Indonesia. Jadi kalau kerja samanya baik, komunikasinya baik," ucapnya.

Keputusan ini dengan menimbang beragam alasan untuk kembali melanjutkan kerja sama. Di antaranya, untuk mendukung perbaikan di tubuh Sriwijaya Air yang saat ini tengah bermasalah serta mempertimbangkan kepentingan pelanggan maskapai terkait keselamatan.

KSM ini dilakukan anak usaha Garuda Indonesia Group yaitu Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air pada November 2018. Pasalnya, Garuda ingin membantu perbaikan keuangan Sriwijaya yang menanggung utang ke sejumlah perusahaan pelat merah, seperti PT Pertamina (Persero), PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT GMF AeroAsia.

Namun, kerja sama manajemen sempat terhenti setelah Sriwijaya Air diduga melakukan wanprestasi dalam perombakan direksi perusahaan tanpa izin. Pihak Citilink tidak dilibatkan dalam proses perombakan. Hal ini berbuntut dicopotnya logo Garuda Indonesia dari pesawat-pesawat Sriwijaya Air Group dan penghentian layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) oleh GMF AeroAsia.


Editor : Ranto Rajagukguk