Godok Aturan Ojek Online, Jokowi: Supaya Pengemudi Bisa Kerja Tenang

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Sabtu, 12 Januari 2019 - 15:02 WIB
Godok Aturan Ojek Online, Jokowi: Supaya Pengemudi Bisa Kerja Tenang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya menghadiri silaturahmi pertemuan pengemudi transportasi online di JiExpo Kemayoran, Jakarta. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Hingga saat ini regulasi yang mengatur tentang transpotasi online belum lengkap. Pasalnya, pemerintah baru mengeluarkan regulasi mengenai taksi online sementara regulasi untuk ojek online masih dikaji.

Padahal transportasi ini sudah berkembang begitu pesat sejak pertama kali kemunculannya beberapa tahun lalu. Fasilitas layanan ojek online kini tidak hanya untuk mengantar orang tetapi juga untuk jasa pengantaran barang hingga makanan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, perkembangan teknologi dan inovasi baru memang lebih cepat ketimbang regulasi yang mengaturnya. Hal ini tidak hanya dalam transportasi online saja melainkan produk teknologi lainnya.

"Memang dalam perkembangan inovasi baru harus diimbangi dengan regulasi peraturan-peraturan yang ada. Tapi memang kita harus ngomong apa adanya, bahwa inovasi dan teknologi baru lebih cepat daripada peraturannya," ujarnya di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Menurut dia, tidak hanya Indonesia saja yang keteteran mengatur regulasi mengenai produk teknologi yang sudah terlanjur berkembang pesat. "Tidak hanya di Indonesia, di semua negara juga tertatih-tatih, barangnya sudah keluar tapi regulasinya belum siap. Di semua negara seperti itu, tertinggal," ucapnya.

Kendati demikian, hal yang paling penting dari adanya produk teknologi ini bisa memudahkan masyarakat luas. Apalagi jika produknya mampu membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang seperti transportasi online.

"Menurut saya yang paling penting, dengan adanya pengemudi online, taksi online, ojek online, yang penting konsumennya senang. Saudara-saudara yang bekerja di pekerjaan ini senang," kata dia.

Oleh karenanya, untuk mengejar ketertinggalan ini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan regulasi mengenai ojek online. Diharapakan dalam waktu dekat Peraturan Menteri Perhubungan ini bisa dirampungkan.

"Sebentar lagi akan keluar lagi payung hukum agar pengemudi bisa bekerja dengan tenang karena ada payung hukumnya," tuturnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan pihaknya mengajak 97 asosiasi pengemudi ojek online untuk mengatur regulasi ini pada Selasa mendatang. Dengan demikian, ditargetkan regulasi akan selesai satu bulan mendatang.

"Satu bulan ini lah (regulasi selesai). Awal Maret lah paling lama," ujarnya setelah safety riding bersama Gojek Indonesia di Aeon Mall Cakung, Jakarta, Minggu (6/1/2019).


Editor : Ranto Rajagukguk