Gratiskan Listrik 450 VA, PLN Lakukan Bertahap Mulai Hari Ini

Djairan ยท Rabu, 01 April 2020 - 19:38 WIB
Gratiskan Listrik 450 VA, PLN Lakukan Bertahap Mulai Hari Ini

PT PLN (Persero) menjalankan untuk melaksanakan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membebaskan pembayaran listrik 450 VA. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) menjalankan untuk melaksanakan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) dan memberikan diskon 50 persen bagi 7 Juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi. Keringanan biaya listrik ini akan berlaku selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020

Hal ini dilakukan sebagai tindakan konkret dan kepedulian PLN dalam upaya untuk meringankan beban masyarakat akibat wabah pandemi virus corona (Covid-19). “Kemarin, PLN langsung menyiapkan pelaksanaan teknis atas kebijakan Bapak Presiden. Pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi di PLN ada dua jenis, yakni yang memakai kWh meter pascabayar dan  prabayar atau menggunakan token. Untuk yang pascabayar, tidak ada masalah, karena pembebasan tagihan akan diterima pelanggan pada setiap periode pembayaran" ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam keterangannya, Rabu (1/4/2020).

Zulkifli menambahkan, untuk pelanggan prabayar akan diberikan token gratis sebesar pemakaian bulanan tertinggi dari pemakaian tiga bulan terakhir. "Saat ini ada  sekitar 24 juta data pelanggan 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem. Proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan, sehingga seluruh pelanggan yang digratiskan dan mendapatkan diskon sudah dapat terlayani seluruhnya. Mekanismenya kami buat yang paling mudah dan mungkin, sehingga tidak menyulitkan pelanggan,” tutur dia. 

Sementara itu, pelanggan yang terlanjur membeli token, token gratis akan tetap diperhitungkan pada pembelian bulan berjalan. 

"Jadi token yang telah dibeli tidak hilang," tutur Zulkifli. 

Program pembebasan tagihan dan keringanan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyarakat yang paling terdampak pandemi.

"Harapan kami, ini bisa  meringankan ekonomi untuk masyarakat di tengah menghadapi pandemi virus Covid-19," kata Zulkifli 

Editor : Ranto Rajagukguk