Gubernur BI Prediksi Inflasi hingga Akhir Tahun 3,2 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 09 November 2018 - 15:23 WIB
Gubernur BI Prediksi Inflasi hingga Akhir Tahun 3,2 Persen

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi nasional selama 2018 sebesar 3,2 persen. Dengan demikian, prediksi ini lebih rendah dari target BI sebelumnya yang di bawah 3,5 persen plus minus 1 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan prediksi tersebut dengan alasan inflasi pekan pertama November 2018 yang cukup rendah. Berdasarkan survei pemantauan harga BI, inflasi tersebut hanya 0,16 persen dibandingkan bulan lalu.

Dengan demikian tingkat inflasi sejak Januari 2018 hingga saat ini sebesar 2,39 persen. Sementara, jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 3,12 persen.

"Dengan perkembangan inflasi yang rendah ini kami perkirakan akhir tahun inflasi itu akan lebih rendah lagi dari perkiraan kami semula akhir tahun itu bisa 3,2 persen year on year, " ujarnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Adapun komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga turut menyumbang tingkat inflasi di periode ini adalah bawang merah, beras, bensin, dan emas perhiasan. Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menjadi penyumbang ke deflasi adalah daging ayam ras dan sayur-mayur.

Dengan rendahnya perkiraan inflasi tahun ini, BI optimistis tekanan inflasi pada 2019 akan lebih rendah. Semula dia memperkirakan inflasi 2019 di level 3,6 persen namun kini dikoreksi menjadi 3,5 persen.

"Sehingga ini juga akan mendorong bahwa tekanan inflasi 2019 juga lebih rendah dari perkiraan kami sebelumnya," kata dia.

Pada prediksi ini, BI mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang akan berada di kisaran 5,1-5,5 persen. Kemudian BI juga turut pertimbangkan defisit transaksi berjalan di level 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Semua sudah kita pertimbangkan bahwa prediksi perkiraan kami di 2019 sudah kami pertimbangkan. Pertimbangan-pertimbangan itu ada dan kemudian menghasilkan inflasi 2019 yang tadi," ucapnya.

Sebelumnya, hingga akhir tahun 2018, pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah ini optimistis inflasi akan terkendali dan sesuai dengan target 3,5 persen plus minus 1 persen. IHK November diprediksi akan terkendali. Tantangan tinggal bulan Desember 2018 yang secara musiman biasanya naik karena adanya momen Natal dan Tahun Baru 2019.

"Kenapa kita yakin inflasi akan tetap rendah di bawah 3,5 persen? Kalau dulu kan kata-katanya sedikit di bawah titik tengah. Dengan perkembangan seperti ini lebih jauh lagi dari titik tengah. Kalau dulu sedikit di bawah, sekarang kualifikasinya sudah di bawah 3,5 persen. Jadi lebih jauh dari 3,5 persen," tuturnya.


Editor : Ranto Rajagukguk