Gubernur BI Ungkap 3 Skema Pembagian Beban Pemulihan Ekonomi

Rina Anggraeni ยท Senin, 06 Juli 2020 - 17:22 WIB
Gubernur BI Ungkap 3 Skema Pembagian Beban Pemulihan Ekonomi

Bank Indonesia (BI) mengungkap skema burden sharing atau pembagian beban untuk mempercepat pemulihan ekonomi. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mengungkap skema burden sharing atau pembagian beban untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Setidaknya ada tiga skema yang disiapkan untuk merealisasikan kebijakan tersebut.

"Ini sebagai bentuk komitmen untuk tugas kenegaraan dalam kondisi extra ordinary. Sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan dalam Raker Komisi XI-DPR RI tanggal 29 Juni 2020, skema Burden Sharing antara Bank Indonesia dengan Pemerintah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta,Senin (6/7/2020). 

Dia menjelaskan, skema pertama, yakni burden sharing atas dasar pendanaan Rp574,59 triliun dengan menyamakan skema burden sharing untuk non-public goods korporasi sama dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi BI reverse repo rate dikurangi discount 1 persen.

"Dalam skema ini, BI membeli surat berharga negara (SBN) khusus untuk pendanaan APBN public goods, UMKM, dan korporasi dengan total Rp574,59 triliun," katanya. 

Skema kedua, BI membeli SBN Khusus untuk pendanaan APBN Public Goods dengan total Rp397,56 triliun. Skenarionya, BI membeli SBN khusus 2020 sebesar Rp397,56 triliun dan kupon SBN Khusus sama dengan BI reverse repo rate, tenor tiga bulan.

Mekanisme burden sharing tetap berdasarkan total SBN Rp574,56 triliun dengan rincian beban pemerintah 0 persen. Semua beban BI untuk SBN khusus public goods sebesar Rp397,56 triliun. 

"BI juga menawarkan skenario diskon 4,06 persen (55 persen Kupon SBN Pasar), beban pemerintah 3,30 persen untuk UMKM Rp123,46 triliun dan korporasi Rp 53,57 triliun," katanya. 

Ketiga, pemerintah menerbitkan Zero Coupon Bonds kepada BI untuk pendanaan APBN Public Goods Rp397,56 triliun. Skema burden sharing untuk non-public goods korporasi sama dengan untuk UMKM dengan beban pemerintah 3,30 persen (BI reverse repo rate dikurangi diskon 1 persen).

"Zero coupon bonds adalah suatu obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga secara berkala atau tanpa kupon sebagaimana obligasi pada umumnya. Obligasi ini diperdagangkan dengan menggunakan harga diskonto (Bond Price) dari nilai nominal (Face Value)," ujar dia.

Editor : Ranto Rajagukguk