Gubernur BI Ungkap 4 Faktor Penyebab Inflasi 2019 Rendah

Aditya Pratama ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 16:05 WIB
Gubernur BI Ungkap 4 Faktor Penyebab Inflasi 2019 Rendah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menjabarkan beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya inflasi pada 2019. Inflasi sepanjang tahun 2019 yang sebesar 2,72 persen ini merupakan terendah sejak 20 tahun terakhir.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, ada empat faktor penyebab inflasi 2019 rendah. "Pertama, itu bahwa kapasitas produksi atau pasokan jauh lebih memadai daripada permintaan," ujar Perry di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (3/1/2020).

Meski permintaan terpantau juga naik, kapasitas produksi mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Kedua, koordinasi pemerintah pusat, daerah dan BI yang memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan dan keterjangkauan harga.

"Komoditas barang penyumbang inflasi seperti bawang merah, cabai memang naik sedikit tapi tidak besar," kata dia.

Ketiga, terkait nilai tukar terhadap dolar AS yang stabil juga turut mendorong terjaganya inflasi. Dengan demikian, tekanan harga dari eksternal dan global rendah sehingga tidak ada kenaikan yang signifikan.

"Terakhir, terjaganya ekspektasi harga ke depan. Survei ekspektasi konsumen dan perkiraan inflasi dari berbagai sektor turun memengaruhi rendahnya inflasi. Empat faktor itu membuat inflasi rendah dan terkendali. 2019 alhamdulillah terendah sejak tahun 1999," ucap Perry.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat, inflasi yang terjadi di Tanah Air pada Desember 2019 sebesar 0,34 persen. Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, dengan angka inflasi yang mencapai 0,34 persen pada Desember 2019 maka inflasi kalender (Januari-November 2019) mencapai 2,37 persen. Sementara itu, inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,00 persen.

"Perkembangan harga komoditas bulan Desember 2019 ini secara umum ada kenaikan. Berdasarkan pemantauan BPS 82 kota terjadi inflasi sebesar 0,34 persen" ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020).

Editor : Ranto Rajagukguk