Hadapi El Nino, Kementan Akan Terjunkan Tim Khusus

Rully Ramli ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 18:11 WIB
Hadapi El Nino, Kementan Akan Terjunkan Tim Khusus

Kementan akan terjunkan tim khusus untuk memantau dampak el nino. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Tahun ini, sektor pertanian kembali terancam anomali cuaca yang berpotensi el nino. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memperingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi terjadinya El Nino tahun 2019.

El Nino ini akan berdampak signifikan pada produksi pangan seperti halnya terjadi pada tahun 2015. Namun, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. El Nino merupakan siklus alami Bumi yang berkaitan dengan kenaikan suhu permukaan laut melebihi nilai rata-rata di Samudra Pasifik sekitar ekuator. Hal ini biasanya menyertai hawa panas yang dirasakan.

Beberapa wilayah akan mengalami musim kemarau lebih awal, yaitu sebagian wilayah NTT, NTB, Jawa Timur bagian timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bagian tengah dan selatan, sebagian Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, dan Riau, juga Kalimantan Timur dan Selatan. Herizal meminta masyarakat di daerah itu untuk waspada terhadap kekeringan.

Untuk menangani permasalahan kekeringan akibat El Nino apabila datang, Kementerian Pertanian (Kementan) sudah mempersiapkan Tim Khusus penanganan kekeringan. Tim khusus ini turun ke lokasi-lokasi kekeringan di wilayah sentra produksi padi.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, tugas dan fungsi dari Tim Khusus ini nanti untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait, antara lain TNI, Kementerian PUPR serta Pemerintah Daerah setempat. Tujuannya untuk memetakan permasalahan, negosiasi penggelontoran air dari bendung atau bendungan serta terlibat langsung melaksanakan pengawalan gilir giring air sesuai jadwal yang telah disepakati.

"Secara umum permasalahan kekeringan yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang sedikit dan kondisi penggelontoran debit air dari Bendung atau Bendungan mengalami penurunan," kata Sarwo Edhy, Jumat (15/3/2019).

Pada tingkat pengaturan debit air, penyusunan rencana pengalokasian air dilaksanakan masih berdasarkan asas pemerataan per bangunan, belum fokus pada upaya penyelamatan tanaman yang kondisinya menjelang puso. "Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi provinsi yang paling rawan terdampak kekeringan," ujarnya.

Mengantisipasi dampak El Nino sejak awal, Kementan juga sudah memberikan bantuan pompa air ke petani, serta kegiatan pembangunan embung, dam parit, long storage, pompanisasi, perpipaan yang dapat menambah pasokan air bagi tanaman terutama di musim kemarau.

"Selain itu perbaikan saluran irigasi tersier untuk menjamin volume air cukup sampai pada lahan sawah yang berada di ujung saluran," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian, Rahmanto menjelaskan, Ditjen PSP juga akan membentuk posko penanganan kekeringan dan menurunkan tim khusus pada beberapa wilayah yang terkena kekeringan nantinya. "Tahun lalu posko-posko itu didirikan di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, serta Kabupaten Tuban," kata Rahmanto.


Editor : Ranto Rajagukguk