Harga Barang Tidak Naik Signifikan, Inflasi Pekan Pertama November 0,1 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 08 November 2019 - 20:37 WIB
Harga Barang Tidak Naik Signifikan, Inflasi Pekan Pertama November 0,1 Persen

Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi pekan pertama November 2019 sebesar 0,1 persen. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi pekan pertama November 2019 sebesar 0,1 persen. Begitu pun inflasi secara bulan ke bulan sebesar 0,1 persen. 

Hal ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI secara berkala. Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, inflasi pekan ini cukup terkendali karena harga komoditas tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Hal tersebut membuat daya beli masyarakat tetap besar.

"Alhamdulillah SPH sangat terjaga sampai dengan posisi minggu terakhir. (Inflasi) tahunannya 2,96 persen dan 0,1 persen adalah week to week," ujarnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Selain itu, pihaknya juga melihat nilai tukar petani (NTP) pada periode ini membaik dari bulan sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP nasional Oktober 2019 sebesar 104,04 atau naik 0,16 persen dibanding NTP bulan sebelumnya

"Belum juga bansos (bantuan sosial) yang dikucurkan meskpun sisa bansos sendiri sudah berkurang karena sebagian besar sudah diberikan di semester pertama," ucapnya.

Inflasi periode ini disebabkan oleh kenaikan harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras, bawang merah, jeruk, kacang panjang, tomat sayur, dan air minum kemasan. Sementara ada juga harga komoditas yang turun seperti merah, rawit, telur ayam ras, kentang.

Pihaknya tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan terkendalinya inflasi. Inflasi 2019 diprakirakan berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5 persen dan terjaga dalam kisaran sasaran 3 persen pada 2020.


Editor : Ranto Rajagukguk