Harga Batu Bara Anjlok, Kementerian ESDM: Penerimaan Negara Tak Terganggu

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 10 Juli 2019 - 19:32 WIB
Harga Batu Bara Anjlok, Kementerian ESDM: Penerimaan Negara Tak Terganggu

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai anjloknya harga batu bara acuan (HBA) saat ini tidak membuat penerimaan negara turun. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai anjloknya harga batu bara acuan (HBA) saat ini tidak membuat penerimaan negara turun.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Bambang Gatot Ariyanto mengatakan, penurunan HBA ini dikarenakan pasokan batu bara di pasar terlalu tinggi. Sementara permintaan akan batu bara tidak tumbuh signifikan.

"Masih, masih (aman). Karena produksinya besar kan," ujarnya saat ditemui di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Selain itu, berkurangnya perusahaan yang menyetor pajak dan royalti kepada pemerintah juga dinilai tidak pengaruhi penerimaan negara. Salah satunya PT Tanito Harum yang tidak bisa berproduksi lagi lantaran izin usaha pertambangan (IUP) sudah dicabut.

"Tidak terganggu penerimaan negara," kata dia.

Kementerian ESDM mencatat selama 2014-2016 terdapat 10.000 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan kisaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) antara Rp27,15-35,47 triliun.

Tahun 2018 jumlah IUP tersisa sekitar 5.000, PNBP mencapai Rp50 triliun. Kemudian pada 19 Februari 2019, hanya tersisa 3.897 IUP.

Sementara itu, hingga akhir pekan lalu, PNBP minerba mencapai Rp6,8 triliun atau 15,74 persen dari target tahunan Rp43,2 triliun. Hingga akhir Februari lalu ditargetkan PNBP minerba tembus Rp7,2 triliun.

Target tahun ini lebih rendah dari realisasi PNBP minerba tahun lalu yang mencapai Rp50 triliun. Pada tahun lalu, royalti mendominasi dengan Rp29 triliun diikuti oleh penjualan hasil tambang Rp19,3 triliun, iuran tetap Rp0,5 triliun, serta jasa dan informasi Rp0,4 triliun.

Editor : Ranto Rajagukguk