Hingga Akhir April, Defisit APBN Capai Rp101,04 Triliun

Rully Ramli ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 17:37 WIB
Hingga Akhir April, Defisit APBN Capai Rp101,04 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga 30 April 2019 mencapai Rp101,04 triliun. Angka itu setara 0,63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit APBN tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat itu, realisasi APBN sampai dengan April 2018 mencatatkan defisit Rp54,9 triliun atau setara 0,37 persen terhadap PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, defisit tersebut disebabkan realisasi belanja yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

"Defisit ini lebih dalam dibandingkan tahun lalu. April 2018 defisit tercatat Rp54,9 triliun. Dengan demikian, tekanan terhadap penerimaan negara dan pembelanjaan negara yang relatif sama menghasilkan kondisi APBN April ini defisit lebih tinggi dari tahun lalu," kata Sri Mulyani saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Defisit ini dihasilkan dari realisasi pendapatan sampai dengan April 2019 sebesar Rp530,7 triliun atau setara dengan 24,5 target APBN. Angka ini tumbuh 0,5 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Wanita yang akrab disapa Ani itu menjelaskan, minimnya pertumbuhan realisasi pendapatan APBN disebabkan oleh tidak baiknya kondisi perekonomian global. "Tambahan sentimen trade war Amerika Serikat dan Tiongkok dan pelemahan harga dunia," ucapnya.

Sementara itu, realisasi belanja sampai dengan April 2019 sebesar Rp631,8 triliun atau setara dengan 25,7 persen target APBN. Angka ini tumbuh cukup tinggi dari periode yang sama di 2018, yaitu sebesar 8,4 persen.

Realisasi belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp370 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp261,7 triliun.

"Kenaikan pembelanjaan negara ini dipicu belanja kementerian/lembaga yang mencapai Rp201 triliun, atau naik tajam dari tahun lalu Rp165,9 triliun, tumbuh 21,2 persen," katanya.

Sri Mulyani memastikan defisit tersebut masih aman dan terkendali. Proyeksi defisit APBN 2019 hingga akhir tahun masih tetap Rp296 triliun atau 1,84 persen terhadap PDB. "Defisit APBN meski meningkat namun masih di level terkendali," ucapnya.


Editor : Ranto Rajagukguk