Ibu Kota Baru di Kaltim Akan Andalkan Transportasi Umum Berbasis Zonasi

Antara ยท Kamis, 29 Agustus 2019 - 16:15 WIB
Ibu Kota Baru di Kaltim  Akan Andalkan Transportasi Umum Berbasis Zonasi

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan ibu kota baru negara akan mengandalkan angkutan umum sebagai moda transportasi utama bagi mobilitas warga. Nantinya, angkutan umum akan berbasis sistem zonasi.

"Pak Menteri (Perhubungan) mengharapkan transportasi di sana efektif dan efisien. Mungkin sangat terbatas kalau nanti kantor kementerian satu jalur, akan dilayani angkutan umum dan menjadi backbone (tulang punggung)," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Budi mengatakan, Kemenhub akan menyiapkan angkutan berbasis bus (bus rapid transit/BRT) untuk memenuhi konsep tata ruang berbasis zonasi seperti zonasi perumahan, bisnis, dan perkantoran.

"Dukungan saya di BRT untuk menumbuhkan angkutan umum ibu kota dengan skema zonasi, cukup bagus zonasi perkantoran, bisnis, permukiman, artinya lebih mudah diatur," tuturnya.

Kemenhub, kata dia, akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait agar moda angkutan yang disiapkan sesuai dengan desain tata ruang ibu kota yang baru.

Selain angkutan darat, Budi menyebut, Kemenhub juga akan membenahi angkutan penyeberangan. Pasalnya, lokasi ibu kota baru terletak di antara dua kabupaten di Kalimantan Timur, yaitu Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara. Kedua kabupaten ini dipisahkan Teluk Balikpapan.

"Kita akan support juga di (angkutan) penyeberangan. Kita punya pengalaman mengatur di Merak-Bakauheni, ini sudah cukup bagus di sana," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah