IHSG dan Rupiah Menguat, BI: Kepanikan Investor Berkurang

Aditya Pratama ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 17:26 WIB
IHSG dan Rupiah Menguat, BI: Kepanikan Investor Berkurang

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Humas BI)

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah menguat hari ini. Penguatan tersebut dinilai menjadi cermin berkurangnya kepanikan investor.

IHSG ditutup menguat 400 poin atau di atas 10 persen ke 4.330. Adapun rupiah terapresiasi 195 poin atau 1,18 persen ke level Rp16.305 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pasar keuangan tertekan dalam dua pekan terakhir menyikapi wabah Covid-19. Perbaikan harga saham dan rupiah, kata dia, tidak terlepas dari aksi beli investor global.

Sejak Selasa (24/3/2020), BI mencatat investor asing mulai kembali membeli SBN di pasar sekunder. Mereka juga masuk ke pasar saham.

"Ini menunjukkan bahwa kondisi pasar keuangan baik pasar valas, pasar saham maupun pasar obligasi semakin baik," kata dia melalui video conference, Kamis (26/3/2020).

Menurut Perry, kepanikan yang berkurang tersebut karena negara-negara merespons dengan cepat wabah Covid-19 lewat stimulus ekonomi, baik moneter maupun fiskal. Salah satunya AS yang meloloskan paket stimulus ekonomi senilai 2 triliun dolar AS.

"Di mana dari 2 triliun dolar AS ini dialokasikan 100 miliar dolar AS untuk kesehatan, kemudian sebesar 350 miliar dolar AS untuk UMKM, 250 miliar dolar AS untuk tenaga kerja dan juga 500 miliar dolar AS untuk dunia usaha," ucapnya.

Negara-negara lain di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia juga melakukan hal serupa. Tujuannya untuk menyediakan likuiditas di tengah penarikan modal oleh investor di samping mengatasi Covid-19 dari aspek kesehatan.

"Berbagai langkah tersebut juga telah berhasil mengurangi kepanikan yang terjadi di pasar keuangan global termasuk bagaimana kita mengikuti harga saham di berbagai negara itu mengalami penguatan," tuturnya.


Editor : Rahmat Fiansyah