Imbas Covid-19, Bioskop AS Terancam Bangkrut hingga Tutup Permanen

Djairan ยท Kamis, 01 Oktober 2020 - 23:18 WIB
Imbas Covid-19, Bioskop AS Terancam Bangkrut hingga Tutup Permanen

Asosiasi perfilman besar di Amerika Serikat (AS) mengatakan, masa depan industri film itu terancam tidak dapat bertahan dari dampak pandemi Covid-19. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Asosiasi perfilman besar di Amerika Serikat (AS) mengatakan, masa depan industri film di Negeri Paman Sam itu terancam tidak dapat bertahan dari dampak pandemi Covid-19. Hal itu disebabkan oleh bioskop yang terpaksa tutup sejak Maret lalu.

Untuk itu, National Association of Theatre Owners, Directors Guild of America, dan Motion Picture Association bersama 70 sutradara dan produser menandatangani sepucuk surat permohonan dana bantuan kepada Kongres AS. Termasuk di dalamnya sutradara film pemenang Oscar James Cameron, Clint Eastwood dan Martin Scorsese

Dalam surat tersebut, mereka mengatakan 69 persen dari jaringan bioskop kecil dan menengah akan terpaksa mengajukan pailit hingga ditutup permanen, kecuali jika bantuan datang. Surat tersebut juga ikut ditandatangani oleh produser film James Bond Barbara Broccoli dan Michael G. Wilson, lalu sutradara Wonder Woman Patty Jenkins serta sutradara sekaligus produser film laga Michael Bay.

“Covid-19 telah memberikan pukulan telak bagi bioskop dan tanpa bantuan maka kami tidak dapat bertahan dari dampak pandemi. Bioskop sendiri menjadi industri penting yang mewakili bakat dan kreativitas terbaik yang dimiliki AS, yang masa depannya kini mengkhawatirkan,” tulis asosiasi perfilman tersebut, dikutip dari Reuters pada Kamis (1/10/2020).

Upaya untuk menyelamatkan bioskop di AS terbukti gagal, di mana studio Hollywood telah menunda rilis film besar seperti Black Widow dan Top Gun: Maverick hingga 2021. Mereka meminta kongres untuk mengalihkan dana tak terpakai dari paket bantuan corona atau pendanaan baru.  

Jaringan bioskop besar termasuk AMC Entertainment dan Cineworld Plc's Regal Cinemas telah dibuka kembali dengan kapasitas yang berkurang, di banyak kota AS. Akan tetapi, tidak demikian dengan pasar perfilman terbesar di Los Angeles dan New York. 

Editor : Ranto Rajagukguk