IMF Bantu RI Atasi Krisis 1998, Boediono: Saat Itu Resepnya Salah

Rully Ramli ยท Rabu, 28 November 2018 - 21:46 WIB
IMF Bantu RI Atasi Krisis 1998, Boediono: Saat Itu Resepnya Salah

Wakil Presiden Periode 2009-2014 Boediono. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden periode 2009-2014 Boediono bercerita, pemerintah sempat salah mengambil kebijakan saat mengatasi krisis 1997-1998. Kala itu, Indonesia meminta saran Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) untuk mengembalikan perekonomian yang tengah terpuruk.

Dia menyatakan, saat krisis semua harga komoditas mengalami penurunan yang cukup drastis akibat efek dari term of trade, sehingga kemudian ekspor macet. Hal ini yang kemudian membuat Indonesia meminta bantuan kepada IMF untuk dicarikan solusi.

Indonesia juga kadung menerima berbagai saran dari IMF karena ekonomi butuh perbaikan secara cepat. "Saat itu IMF memberikan saran kepada Indonesia untuk menutup 16 bank kecil yang dirasa tak bisa lagi diselamatkan," kata Boediono di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Akan tetapi, saran tersebut dianggap Boediono sebagai suatu kesalahan. Karena, menurutnya IMF tidak mempersiapkan antisipasi dampak dari keputusan tersebut.

"Saat itu resepnya salah, untuk menutup 16 bank yang hanya menguasai aset 3-4 persen tanpa ada payung pengamannya," kata Boediono.

Dengan ditutupnya 16 bank tersebut, masyarakat kemudian secara masif memindahkan dananya dari bank kecil ke bank besar swasta, bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bahkan hingga ke bank luar negeri.

"Dampak psikologis akibat ditutupnya 16 bank itu beredar beberapa hari kemudian. Lalu beredar pula siapa lagi nih yang tutup, masyarakat memindahkan uang ke bank yang dianggap tidak berisiko ke bank swasta yang besar atau bank BUMN, ada juga yang dilarikan ke Singapura," tutur Boediono.

Hal ini kemudian membuat beberapa bank kehilangan potensi untuk memenuhi dana kebutuhan. Lukuiditas pun dikatakan sangat rendah pada saat itu.

Untuk menormalisasi kesalahan tersebut, pemerintah saat itu memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan yang dilakukan beberapa negara terkena krisis. Kebijakan itu, yaitu blanket guareantee, di mana dana simpanan di bank keamanannya dijamin 100 persen.

"Akhirnya diputuskan blanket guarantee, supaya deposan-deposan ini memikirkan seandainya bank ditutup, maka simpanannya aman. Ini Januari 1998 dilakukan," kata Boediono.


Editor : Ranto Rajagukguk