IMF Peringatkan Negara-Negara Arab soal Utang dan Korupsi

Rahmat Fiansyah ยท Minggu, 10 Februari 2019 - 23:01 WIB
IMF Peringatkan Negara-Negara Arab soal Utang dan Korupsi

Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde. (Foto: AFP)

DUBAI, iNews.id - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan negara-negara Arab soal utang yang membengkak. Selain itu, korupsi dan tata kelola pemerintahan yang buruk juga menjadi sorotan IMF.

Sejak krisis ekonomi global 2008, utang pemerintah negara-negara Arab terus meningkat seiring level defisit anggaran yang dipatok tinggi. Risiko makin meningkat meningkat karena pertumbuhan ekonomi belum sesuai harapan.

"Sayangnya, wilayah ini belum pulih sepenuhnya dari krisis ekonomi global dan dislokasi negara-negara dengan perekonomian terbesar dalam satu dekade terakhir," kata Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde, dikutip dari AFP, Minggu (10/2/2019).

Lagarde menyebut, porsi utang pemerintah negara-negara Arab rata-rata naik cukup tajam dalam sepuluh tahun terakhir. Pada 2008, porsi utang terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di level 64 persen dan meningkat menjadi 85 persen pada 2018.

Bahkan, hampir separuh dari mereka memiliki utang di atas 90 persen terhadap PDB. Pertumbuhan PDB yang tidak cukup kuat di tengah defisit anggaran yang tinggi bisa meningkatkan risiko resesi di negara-negara Arab.

"Di antara negara-negara importir minyak, pertumbuhan (ekonomi) terus meningkat, tapi masih di bawah level prakrisis. Sementara negara-negara eksportir minyak belum pulih sepenuhnya dari perubahan drastis harga minyak 2014," ujar dia.

Selain utang, Lagarde juga menyoroti masalah korupsi, tata kelola, dan absennya transparansi dalam struktur ekonomi negara-negara Arab. Faktor-faktor ini dinilai menjadi risiko fiskal bagi mereka.

"Jalur ekonomi wilayah ini cukup menantang. Namun, tugas kebijakan fiskal membuatnya lebih sulit lagi, sehingga penting untuk membuat fondasi yang kuat sebagai jangkar kebijakan fiskal," ucap Lagarde.


Editor : Rahmat Fiansyah