Indef Prediksi Ekonomi Indonesia Baru Pulih pada 2022-2023

Fadel Prayoga ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 14:11 WIB
Indef Prediksi Ekonomi Indonesia Baru Pulih pada 2022-2023

Pandemi Covid-19 tak hanya menimbulkan krisis kesehatan, melainkan juga menyebabkan ekonomi Indonesia mengalami minus 5,32 persen pada kuartal II 2020. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id – Pandemi virus corona atau Covid-19 tak hanya menimbulkan krisis kesehatan, melainkan juga menyebabkan ekonomi Indonesia mengalami minus 5,32 persen pada kuartal II 2020. Hal itu pun diprediksi sejumlah kalangan akan berlanjut hingga tahun 2021.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, perekonomian Indonesia akan kembali membaik pada periode 2022-2023. Hal itu melihat program penanganan Covid-19 dan pemberian stimulus yang digagas pemerintah belum terserap maksimal.

“2022-2023 perekonomian diproyeksi kembali positif,” kata Bhima saat dihubungi, Jumat (14/8/2020).

Dia menyebut, stimulus yang paling efektif dalam menyelamatkan perekonomian Indonesia, yaitu mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk pindah ke ekosistem digital. Saat ini, baru 13 persen UMKM yang masuk ke platform. Artinya sisanya UMKM hanya berjualan secara konvensional.

“Stimulusnya lewat pemberian subsidi internet gratis, insentif dan pendampingan bagi umkm yang masuk ke ekosistem digital,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, strategi lainnya dengan mengucurkan belanja pemerintah secara ekstrem. Pada kuartal II secara year on year belanja pemerintah turun sebesar 6,9 persen.

“Tentu ini tidak wajar. Idealnya belanja pemerintah yang jadi motor pertumbuhan dengan percepatan realisasi dan pengisian DIPA,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan gambaran akan dampak wabah virus Corona atau Covid-19 terhadap perekonomian. Pasalnya, dampak covid-19 lebih buruk daripada Perang Dunia II.

Dia mengatakan, pada periode Maret hingga Agustus 2020 menjadi fase terberat perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen.

"Bank dunia melansir bahwa resesi sudah hampir pasti terjadi di seluruh wilayah ekonomi dunia. Resesi akibat covid-19 ini terburuk dalam sejarah sejak perang dunia II," ujarnya dalam pembukaan Sidang Tahunan MPR tahun 2020 di Gedung MPR Senayan.

Editor : Ranto Rajagukguk