Inovasi di Sektor Industri, Menko Luhut: RI Masih Jauh di Belakang

Rully Ramli ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 12:15 WIB
Inovasi di Sektor Industri, Menko Luhut: RI Masih Jauh di Belakang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: iNews.id/Rully Ramli))

JAKARATA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia perlu mengedepankan inovasi, guna menghadapi revolusi industri 4.0. Pasalnya, dibanding negara lain Indonesia masih sangat tertinggal dalam hal inovasi.

"Indonesia masih jauh di belakang, kita masih berkutat dengan pembahasan istilah inovasi, orang (negara lain) sudah langit ketujuh," kata Luhut, di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Saat ini, tingkat efektivitas penggunaan teknologi Indonesia masih rendah. Berdasarkan Indeks Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Indonesia masih berada di peringkat ke-37 dengan skor 4,52.

Untuk mengejar ketertinggalan, Luhut mengatakan, Indonesia harus mulai berani menggunakan produk dan jasa dalam negeri. “Kalau kita sekarang saja enggak berani apresiasi produk dalam negeri, mau kapan lagi?" kata Luhut.

Tidak hanya itu, menurut Luhut, pemerataan pendidikan di Indonesia masih rendah. Padahal, ia mengatakan, pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas industri Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0

Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga menargetkan pada 2019, Indonesia sudah harus menjadi negara berbasis human capital. Untuk menanggulangi isu tersebut, Luhut mengklaim pemerintah kini tengah melakukan kerja sama dengan beberapa instansi luar negeri, untuk memberikan pelatihan kepada sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

"Kita saat ini sedang kerja sama dengan beberapa institusi, salah satunya MIT (Massachusetts Institute of Technology), kita udah kerja sama lama dengan mereka," kata Luhut.

Luhut juga mengingatkan kepada para elite politik untuk mulai mendengar masukan. Ia mengatakan, saat ini egoisme sudah harus dikesampingkan. Dengan beberapa usaha yang dilakukan pemerintah tersebut, Luhut menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun ked epan, Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara lain.

Jokowi sendiri mulai menargetkan peningkatan SDM setelah membangun beragam proyek-proyek infrastruktur di berbagai daerah. Hal ini agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain di era Revolusi Industri 4.0.

Jokowi mengatakan, pembangunan SDM akan diperlakukan sama pentingnya dengan proyek infrastruktur. Pasalnya, Indonesia perlu mengejar ketertinggalannya dari negara lain guna mengerek kualitas SDM.

"Menurut saya, kita harus lakukan secara besar-besaran. Bukan hanya 100-200, bukan 1.000-2.000, bukan 100.000-200.000. Kita ingin bangun besar-besaran sama seperti bangun infrastruktur yang kita kerjakan di tahun-tahun kemarin," ujarnya saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).


Editor : Ranto Rajagukguk