Jatuhkan Sanksi Ekonomi, Pemerintah AS Blacklist 18 Bank Besar Iran

Djairan ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 09:37:00 WIB
Jatuhkan Sanksi Ekonomi, Pemerintah AS Blacklist 18 Bank Besar Iran
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi terbaru yang lebih luas pada sektor keuangan Iran. (Foto: BBC)

WASHINGTON, iNews.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan sanksi terbaru yang lebih luas pada sektor keuangan Iran. Sebuah langkah yang ditujukan untuk memblokir ekonomi negara tersebut, guna mendesak pemerintahnya agar menghentikan dukungan terhadap kegiatan teroris dan mengakhiri program nuklirnya.

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi dengan memasukkan 18 bank besar Iran ke dalam daftar hitam (blacklist) pada Kamis waktu setempat. Keputusan itu untuk menghukum entitas yang terkait dengan terorisme, pengembangan rudal balistik dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sanksi baru itu terungkap dalam posting web Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri AS.

"Tindakan hari ini untuk mengidentifikasi sektor keuangan, sanksi kepada 18 bank besar Iran mencerminkan komitmen kami untuk menghentikan akses ilegal ke dolar AS. Program sanksi kami akan berlanjut sampai Iran menghentikan dukungannya terhadap kegiatan teroris dan mengakhiri program nuklirnya," ujar Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin dikutip dari Bloomberg Jumat (9/10/2020).

Sanksi yang digulirkan pemerintahan Presiden Donald Trump terus meluas pada semua sektor perdagangan Iran. Mulai dari penjualan minyak, pengiriman hingga aktivitas keuangan negara berpenduduk 81 juta orang itu. Namun, AS akan mengecualikan makanan, obat-obatan, dan persediaan kemanusiaan lainnya.

Langkah terbaru AS itu hampir menghilangkan Iran dari sistem keuangan global, memotong beberapa hubungan hukum yang tersisa yang dimilikinya dan membuat Iran lebih bergantung pada perdagangan informal atau ilegal. Ekonomi negara itu telah terpuruk seiring hilangnya penjualan minyak dan sebagian besar perdagangan lain, itu berkat pembatasan AS yang diberlakukan setelah Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran 2015.

Departemen Keuangan mengatakan, sanksi itu akan berlaku selama 45 hari, sehingga akan memberikan waktu bagi perusahaan untuk menghentikan transaksi di Iran. Sejauh ini, Iran terus melakukan bisnis dengan beberapa negara termasuk China dan Uni Emirat Arab (UEA), dengan total perdagangan luar negeri nonminyak mencapai 24,6 miliar dolar AS pada Maret-Agustus 2020.

Usulan sanksi tersebut awalnya mendapat sambutan dingin dari beberapa pejabat AS, karena khawatir dapat mempersulit pemberian bantuan kemanusiaan internasional ke Iran yang telah terpukul parah oleh wabah Covid-19 dan sanksi AS sebelumnya. Dua bank dalam daftar sanksi tersebut, Bank Timur Tengah dan Bank Saman, telah melakukan sebagian besar transaksi perdagangan kemanusiaan dengan Iran.   


Editor : Ranto Rajagukguk