Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Antara ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 10:27 WIB
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BATANG, iNews.id - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 mengalami kenaikan.

Beberapa pedagang sembako di Pasar Induk Kajen di Pekalongan, Jumat (7/12/2018) mengatakan, sejak sepekan terakhir ini, kenaikan harga jenis kebutuhan pangan hampir merata, bahkan komoditas sayuran jenis kubis naik hingga 50 persen.

"Kenaikan harga komoditas pangan ini diperkirakan hingga akhir tahun 2018. Akan tetapi, kami memperkirakan puncak kenaikan harga komoditas pada Natal 2018 hingga akhir tahun," kata pedagang sembako dan sayuran, Nurahmah (55).

Harga telur semula Rp19.000 per kilogram kini naik menjadi Rp24.000 per kilogram, cabai merah keriting semula Rp16.000 per kilogram naik menjadi Rp24.000 per kilogram, bawang merah semula Rp16.000 per kilogram naik Rp28.000 per kilogram, dan kubis semula Rp4.000 naik menjadi Rp8.000 per kilogram.

Pedagang sayuran Sri Setyaningsih (39) mengatakan, meski terjadi kenaikan harga, namun ketersediaan komoditas sayuran masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Selama ini pembeli hanya mengeluh namun tidak mengurangi pembelian seperti cabai, bawang merah, dan kubis. Adapun kenaikan harga sayuran ini karena kemungkinan memasuki musim hujan," katanya.

Ia mengatakan, kenaikan harga sayuran berpengaruh terhadap omzet pendapatan para pedagang karena masyarakat cenderung mengurangi pembelian komoditas itu. Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo mengatakan, untuk mengatasi adanya lonjakan harga sejumlah komoditas pangan, pemkab melakukan tinjauan harga komoditas pangan di beberapa pasar tradisional.

"Kita tinjau melonjak harga kebutuhan pangan ini ke sejumlah pasar tradisional, antara lain di pasar Kajen, Bojong, Karanganyar dan Wiradesa," katanya.


Editor : Ranto Rajagukguk