Jokowi Harap Bukalapak Rangkul Seluruh UMKM agar Naik Kelas

Antara, Rully Ramli · Jumat, 11 Januari 2019 - 00:40 WIB
Jokowi Harap Bukalapak Rangkul Seluruh UMKM agar Naik Kelas

Presiden Joko Widodo. (Foto: iNews.id/Rully)

JAKARTA, iNews.id – Bukalapak, perusahaan e-commerce dalam negeri telah berhasil menggandeng 4 juta mitra Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebagai situs jual-beli online, Bukalapak menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, jumlah pelaku UMKM saat ini mencapai 56 juta. Ia ingin, Bukalapak dapat merangkul semua pelaku UMKM di Indonesia.

"Saya mengapresiasi yang dilakukan Bukalapak, meskipun sudah 4 juta, tapi masih sisa 52 juta yang belum digarap," ujar Jokowi di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Jokowi berharap nantinya platform swasta lainnya dapat membantu mengembangkan pelaku UMKM. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan pelatihan mendasar sampai tingkat lanjutan.

Selain memberikan pelatihan, Jokowi juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Bukalapak, untuk menggelontorkan investasi Rp1 triliun kepada warung kecil untuk mengembangkan usahanya.

Hal ini menurut Jokowi searah dengan program milik pemerintah, yakni Pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

"Nanti dari perbankan kita, itu bareng-bareng memberikan suntikan kredit, untuk meng-upgrade, memperbaiki sistem memperbaiki penataan, memperbaiki brand di setiap warung yang ada," tutur Jokowi.

Melalui program Mitra Bukalapak, Bukalapak bekerja sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyalurkan pembiayaan UMi, dengan memberikan pinjaman usaha maksimal Rp10 juta tiap nasabahnya.

Genap berusia sembilan tahun, perusahaan teknologi Bukalapak mengalokasikan dana investasi Rp1 triliun guna mewujudkan warung atau mitra Bukalapak melalui pemanfaatan teknologi. "Program mitra warung Bukalapak telah berlangsung sejak dua tahun lalu. Investasi Rp1 triliun untuk pengembangan warung. Ini bukan hanya warung, tapi ekosistem usaha kecil," ujar founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

Zaky mengatakan, investasi Rp1 triliun akan dimulai tahun ini dengan merangkul lebih banyak warung. Saat ini terdapat 400.000 warung telah bergabung bersama Bukalapak. Selain merangkul lebih banyak warung, investasi ini juga akan memperluas gudang dan inventori produk bukan hanya produk yang laku saja, tapi juga produk lain yang bisa dijual di warung.

"Usaha kecil di Indonesia jumlahnya 5 jutaan dan kami menjaring di online 3 sampai 4 juta, jadi masih banyak yang belum tersentuh teknologi," kata Zaky.

Setelah melalui riset, Zaky melanjutkan, potensi offline warung begitu besar, sehingga Bukalapak ingin meraih ekosistem yang lebih luas. Hal ini, menurut Zaky, juga dibuktikan dengan adanya data yang menunjukkan bahwa 80 persen orang Indonesia tidak memiliki akun bank.

"Mayoritas offline, mereka umumnya cash, mungkin 10-20 tahun mendatang tidak tersentuh digital, ini yang ingin kita disrupt," ujar dia.


Editor : Ranto Rajagukguk